Disbudpar Lebak Gandeng Stasiun Rangkasbitung, Perkuat Promosi Wisata dan Ekonomi Kreatif

Disbudpar Lebak Gandeng Stasiun Rangkasbitung, Perkuat Promosi Wisata dan Ekonomi Kreatif
Kadisbudpar Lebak,, Yosep M. Holis, bersama para pejabat utama Disbudpar Lebak, bersa,a Kepala Stasiun KA Rangkasbitung, mebahas kerjasama untuk memperkuat promosi wisata, pelestarian cagar budaya.--(foto: ridwan)

Lebak, BantenGate.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Banten, DR. Yosep M. Holis, S.Hut.,M.Sc., melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Kereta Api (KA) Rangkasbitung sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pariwisata, pelestarian cagar budaya, serta penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif di pusat transportasi kereta api, Kamis (2/4/2026).

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka menindaklanjuti rencana kerja sama pengembangan dan promosi wisata yang  telah disiapkan sejak sebelum Lebaran idulfitri 1447 H/2026 M.

“Kami bersama Kepala Stasiun Rangkasbitung, sudah merencanakan kolaborasi ini sebelum lebaran idulfitri 1447 H, dalam upaya kerja sama pengembangan dan promosi destinasi wisata di Kabupaten Lebak pada khususnya.  Lebak sangat potensial dengan wisata cagar budaya, wisata sejarah, dan penguatan UMKM ekonomi kreatif dengan memanfaatkan Stasiun Rangkasbitung yang sekarang sudah semakin megah,” ujar Yosep.

Disbudpar Lebak dalam waktu dekat berencana akan menghadirkan booth promosi destinasi wisata di area stasiun. Booth tersebut akan menampilkan berbagai ikon wisata unggulan Kabupaten Lebak, seperti; Saba Baduy, Pantai Sawarna, Pantai Bagedur, hingga Negeri di Atas Awan Citorek, yang dikemas menarik sekaligus menjadi spot foto bagi pengunjung.

Kadisbudpar Lebak,  Yosep M. Holis, bersama Kepala Stasiun Rangkasbitung, Yudi Sugiar Prawisuda, dan Kabid Destinasi Wisata, Effendy.–(Foto: Ridwan)

Selain itu, pihak stasiun juga berencana melakukan restorasi terhadap gedung cagar budaya yang berada di sekitar kawasan stasiun. Dalam proses ini, Disbudpar Lebak akan berkolaborasi dalam penyusunan konsep dan konten agar tetap selaras dengan nilai sejarah.

“Setelah restorasi selesai, Disbudpar Lebak  juga akan ikut mengisi gedung tersebut untuk display dan pemasaran produk ekonomi kreatif Lebak,” kata Yosep.

Ia menegaskan bahwa restorasi gedung cagar budaya akan dilakukan dengan tetap mempertahankan keaslian bangunannya. Upaya ini bertujuan melestarikan bangunan, memperpanjang usia pakai, sekaligus meningkatkan nilai estetika agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan ekonomi dan destinasi wisata berbasis cagar budaya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Rangkasbitung, Yudi Sugiar Prawisuda, menyambut baik kolaborasi yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Disbudpar.

“Terima kasih sudah berkunjung. Ini selaras antara transportasi dan pariwisata.  Kabupaten Lebak memiliki banyak destinasi wisata dan spot yang bagus. Kami sangat terbuka dan senang dengan kolaborasi ini,” ungkap Yudi.

Ia menambahkan, transformasi Stasiun Kereta Api Rangkasbitung sebagai stasiun ultimate dengan wajah baru yang lebih modern dinilai sangat mendukung pengembangan fungsi stasiun tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang representatif.

Dalam beberapa tahun terakhir, Stasiun Kereta Api Rangkasbitung memang mengalami peningkatan fasilitas dan layanan, termasuk integrasi dengan jaringan KRL Commuter Line yang menghubungkan wilayah Lebak, Banten, dengan kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya. Hal ini menjadikan stasiun tersebut sebagai salah satu pintu gerbang utama mobilitas masyarakat sekaligus wisatawan menuju Kabupaten Lebak.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan Stasiun Rangkasbitung tidak hanya menjadi pusat transportasi, tetapi juga bertransformasi sebagai etalase promosi wisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Lebak, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi daerah,”kata Yudi.—(ridwan)

Pos terkait