Diskominfo Banten dan KWRI Sambangi Orang Tua Bagus Khoirunnas Pewarta Foto ANTARA yang Hilang di Selat Sunda

Diskominfo Banten dan KWRI Sambangi Orang Tua Bagus Khoirunnas Pewarta Foto ANTARA yang Hilang di Selat Sunda
Perwakilan Dnas Kominfo Provinsi Banten, DPD KWRI Banten, saat mengunjungi keluarga Bagus Khoirunnas.wartawan yang hilag di Selat Sunda.--(Foto:BG)

Lebak, BantenGate.id — Keluarga besar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Banten bersama Dewan Pimpinan Daerah Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPD KWRI) Provinsi Banten mengunjungi kediaman Mansur, orang tua M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto LKBN ANTARA yang hilang bersama empat rekan jurnalis dan yiga kru kapal  saat menjalankan tugas jurnalistik di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kunjungan tersebut berlangsung di kediaman Mansur di kawasan Komdik, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (20/9/2026). Kedatangan rombongan menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada keluarga Bagus setelah operasi pencarian terhadap delapan orang dalam rombongan tersebut dihentikan.

Kepala Diskominfo Provinsi Banten Beni Ismail, yang diwakili Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Subhan, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa Bagus dan rekan-rekannya.

Subhan juga menyampaikan keprihatinan sekaligus doa agar keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Kami turut berduka atas musibah yang terjadi. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi keadaan ini,” ujar Subhan.

Wartawan Harus Berjalan Bersama Keselamatan

Ketua DPD KWRI Provinsi Banten, H. Edi Murpik, turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa Bagus bersama empat wartawan lainnya dan tiga kru kapal.

Edi yang akrab disapa Abah Kasep mengatakan, Bagus dan rekan-rekannya telah menunjukkan dedikasi dalam menjalankan tugas jurnalistik untuk mengabarkan aktivitas Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi dedikasi Saudara Bagus dan rekan-rekan wartawan yang meliput peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Edi didampingi Ketua DPC KWRI Lebak, Maman Wahyudin.

Menurut Edi, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh insan pers agar dalam menjalankan tugas jurnalistik tetap mengedepankan keselamatan.

“Semoga peristiwa tersebut menjadi pelajaran dan kehati-hatian bagi kita semua sesama rekan wartawan. Dalam menjalankan tugas, kita harus tetap memperhatikan keselamatan dan menaati imbauan pejabat yang berwenang,” ujarnya.

Edi menegaskan, idealisme merupakan bagian penting dari profesi kewartawanan. Seorang wartawan dituntut hadir di tengah peristiwa, mencari fakta, melakukan verifikasi, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Namun, kata dia, keberanian dalam menjalankan tugas jurnalistik harus tetap disertai kehati-hatian dan kesadaran terhadap risiko.

“Seorang wartawan memang dituntut memiliki idealisme, keberanian, dan tanggung jawab untuk menyampaikan fakta kepada publik. Tetapi, idealisme bukan berarti mengabaikan keselamatan. Wartawan harus mampu menjalankan tugas dengan keberanian, kecermatan, etika, sekaligus memahami batas-batas keselamatan,” katanya.

Ia menambahkan, wartawan memiliki tanggung jawab untuk merekam dan menyampaikan sebuah peristiwa agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Karena itu, semangat jurnalistik harus berjalan beriringan dengan disiplin terhadap prosedur keselamatan, terutama ketika meliput wilayah yang memiliki potensi bahaya.

“Jurnalisme membutuhkan keberanian untuk mencari dan menyampaikan kebenaran. Namun, keberanian itu harus dibarengi pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kehati-hatian. Keselamatan wartawan juga merupakan bagian dari tanggung jawab profesi,” ujar Edi.

Lima Wartawan dan Tiga Kru Kapal
5 Jurnalis berfoto bersama sesaat sebelum mengarungi Selat Sunda untuk tugas jurnalistik.–(Foto: ist/lampunggeh)

 

 

Diberitakan sebelumnya, Bagus bersama empat wartawan lainnya berangkat menggunakan kapal cepat KM Arupadhatu I untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kelima wartawan tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis lepas.

Sementara itu, tiga kru kapal dalam rombongan tersebut yakni Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polairud, dan unsur terkait lainnya.

Operasi pencarian berlangsung selama 10 hari dengan wilayah pencarian yang diperluas hingga sejumlah kawasan perairan Selat Sunda. Namun, hingga operasi SAR dihentikan, keberadaan kelima wartawan dan tiga kru kapal tersebut belum ditemukan.

Musibah tersebut menjadi perhatian kalangan pers dan pemerintah. Gubernur Banten Andra Soni sebelumnya juga menyampaikan harapan agar proses pencarian tetap mempertimbangkan harapan keluarga para wartawan dan kru kapal yang hilang.

Ikhlas Menerima Takdir

Mansur, orang tua M. Bagus Khoirunnas, menyampaikan terima kasih atas kunjungan keluarga besar Diskominfo Provinsi Banten serta keluarga besar DPD KWRI Banten dan DPC KWRI Lebak.

Mansur yang juga merupakan wartawan senior LKBN ANTARA wilayah tugas Lebak menuturkan, Bagus dalam keseharaiannya memiliki jiwa petualang dan semangat jurnalistik. Bagus bergabung dengan ANTARA sejak 2018.

“Foto-foto hasil bidikan Bagus Khoirunnas, banyak dipublikasikan media nasional dan media luar negeri.  Selain itu, karyanya sering meraih juara dalam ajang lomba fotografi yang diadakan Pewarta Foto dan agency lainya,”kata Mansur.

Mansur mengatakan, pada saat Bagus bersama rekan-rekannya hendak melakukan peliputan ke kawasan Gunung Anak Krakatau, pada Senin (7/9/2026), dirinya juga sedang menjalankan tugas jurnalistik di sepanjang pantai Selat Sunda.

Hari itu, Mansur bertemu dengan sejumlah rekan wartawan di lapangan dan mendapatkan informasi bahwa Bagus juga sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Namun, Mansur mengaku tidak menduga Bagus bersama empat wartawan lainnya melakukan peliputan hingga mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.

“Saya berpikir, Bagus bersama rekannya melakukan liputan sekitar pantai saja, tidak mendekati lokasi erupsi Gunung Anak Krakatau. Mungkin kalau saja saya sempat bertemu, setidaknya saya sebagai orang tua akan memperingatkan. Mungkin sudah takdirnya begitu. Saya sebagai orang tua ikhlas menerima takdir ini,”,” kata Mansur.

Mansur juga menyampaikan terima kasih kepada tim BASARNAS, tim SAR Provinsi Banten, BASARNAS Lampung, BPBD Provinsi Banten, dan para nelaya serta relawan serta rekan-rekan wartawan yang telah membantu mencari keberadaan para korban.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Banten Andra Soni atas perhatian dan dukungannya dalam upaya pencarian Bagus bersama empat wartawan lainnya dan tiga kru kapal.—(red)

Pos terkait