BantenGate.id, Festival kuliner halal yang digelar di Kabupaten Tangerang resmi ditutup pada Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang ini mendapatkan respons positif luar biasa dari para pelaku usaha mikro yang turut berpartisipasi. Selain menjadi ajang promosi produk halal, festival ini terbukti memberikan dampak ekonomi yang nyata dan terukur bagi para pedagang lokal.
Festival Kuliner Halal Kabupaten Tangerang Berlangsung Lima Hari Penuh Antusias
Festival Kuliner Halal ini berlangsung selama lima hari, dimulai sejak 17 Juni hingga ditutup secara resmi pada 21 Juni 2026. Selama rentang waktu tersebut, antusiasme masyarakat dinilai sangat luar biasa oleh para peserta maupun penyelenggara. Kehadiran pengunjung yang konsisten setiap harinya menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan omzet para pelaku usaha mikro.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Diskum Kabupaten Tangerang sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Festival ini tidak sekadar menjadi pameran produk, tetapi dirancang sebagai sarana untuk menggerakkan roda ekonomi lokal secara langsung. Dengan format gebyar kuliner produk halal, acara ini berhasil mempertemukan para pelaku UMKM dengan konsumen secara langsung dalam suasana yang meriah.
Dalam acara penutupan, hadir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Syaifullah. Kehadirannya mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal kegiatan ini dari awal hingga akhir. Syaifullah menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan festival yang berlangsung selama lima hari penuh tersebut.
Ratusan UMKM Lokal Ikut Meriahkan Stand Kuliner
Para pelaku usaha mikro dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang turut berpartisipasi memeriahkan stand kuliner dalam festival ini. Salah satu komunitas yang ikut serta adalah Komunitas Pelaku UMKM Sepatan Timur, yang diwakili oleh ketuanya, Hasan Saleh. Keterlibatan komunitas UMKM seperti ini menunjukkan bahwa festival mampu menjangkau pelaku usaha dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Hasan Saleh mengungkapkan apresiasinya yang mendalam kepada pemerintah Kabupaten Tangerang atas terselenggaranya acara ini. Ia menyebut kegiatan tersebut dengan nama “Gebyar Kuliner Produk Halal” dan menilai bahwa dampak positifnya sangat dirasakan oleh para pelaku usaha lokal. Antusiasme masyarakat yang tinggi selama berlangsungnya festival menjadi bukti nyata bahwa kegiatan semacam ini memang dibutuhkan dan dinantikan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Tangerang, dalam hal ini Pak Bupati dan jajarannya yang sudah memfasilitasi dan menyelenggarakan Gebyar Kuliner Produk Halal ini. Acara ini sangat membantu para pelaku UMKM dan kami berharap pemerintah dapat kembali mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang karena antusiasme masyarakat yang sangat luar biasa,” ujar Hasan Saleh.
Omzet UMKM di Festival Kuliner Halal Capai Rp500 Ribu Per Hari
Salah satu capaian paling menonjol dari festival kuliner halal ini adalah peningkatan pendapatan harian para pelaku usaha mikro yang terlibat. Berdasarkan laporan langsung dari para pedagang kepada pihak pemerintah, setiap stand kuliner mampu meraup omzet minimal Rp500.000 per hari. Angka ini menjadi indikator konkret bahwa festival berhasil mendorong perputaran ekonomi di tingkat usaha mikro.
Syaifullah menyampaikan temuan ini secara langsung dalam sambutannya pada acara penutupan. Ia menjelaskan bahwa informasi tersebut diperoleh dari perbincangan langsung dengan para pelaku usaha mikro yang berjualan selama festival berlangsung. Respons para pedagang dinilai sangat positif, dan mereka mengaku merasakan manfaat yang signifikan dari keikutsertaan mereka dalam acara ini.
“Dari perbincangan kami dengan para pelaku usaha mikro, ternyata mereka sangat merespon dan respect terhadap kegiatan ini. Sehari-harinya, omzet yang didapat di setiap stand kuliner mencapai minimal Rp500.000 per hari,” ujar Syaifullah.
Pencapaian omzet ini menjadi bukti bahwa pendekatan festival kuliner berbasis produk halal efektif dalam meningkatkan pendapatan UMKM secara langsung. Dengan durasi festival selama lima hari, potensi total pendapatan yang diraih setiap pelaku usaha pun menjadi cukup signifikan. Keberhasilan ini tentunya mendorong harapan para pelaku usaha agar kegiatan serupa dapat digelar kembali di masa mendatang.
Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang berbagai program pemberdayaan UMKM di Kabupaten Tangerang, simak juga berita-berita terkait kegiatan UMKM Kabupaten Tangerang lainnya di Bantengate.id.
Pemkab Tangerang Komitmen Gelar Festival Kuliner Halal Secara Berkelanjutan
Keberhasilan festival kuliner halal ini tidak hanya diukur dari pencapaian omzet semata, tetapi juga dari komitmen yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang. Syaifullah menegaskan bahwa festival ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk terus mengkolaborasikan berbagai pihak demi mendukung UMKM lokal. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha adalah kunci keberhasilan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut mencakup rencana kolaborasi yang lebih luas, melibatkan pemerintah kecamatan, desa, hingga kelurahan. Dengan melibatkan berbagai lapisan pemerintahan, diharapkan dampak dari program pengembangan UMKM dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting agar tidak ada potensi pelaku usaha lokal yang terlewatkan dalam program pemberdayaan.
“Ini menjadi catatan bagi kami untuk terus mengkolaborasikan kembali antara kantor kecamatan, kelurahan, pemerintahan desa dan UMKM lokal agar terus bersinergi dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berjalan dengan lancar demi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkas Syaifullah.
Para pelaku usaha, termasuk komunitas UMKM Sepatan Timur, juga menyuarakan harapan yang senada. Mereka berharap pemerintah dapat secara konsisten menghadirkan program serupa karena dinilai benar-benar mampu membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pedagang kecil. Dukungan dari berbagai komunitas UMKM ini semakin memperkuat urgensi agar festival kuliner halal dijadikan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Keberlanjutan program seperti festival kuliner halal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Untuk memahami lebih jauh bagaimana Diskum Kabupaten Tangerang merancang kebijakan dan program bagi pelaku usaha mikro, Anda dapat membaca berita seputar program dan kebijakan Diskum Kabupaten Tangerang di Bantengate.id. Referensi mengenai pentingnya festival kuliner sebagai penggerak ekonomi UMKM juga dapat ditemukan melalui situs resmi Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia di kemenkopukm.go.id.








