Lebak, BantenGate.id – Kondisi jalan poros yang menghubungkan Desa Bojongmanik dan Desa Parakan Besi, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, dikeluhkan warga akibat kerusakan yang semakin parah. Hingga kini, masyarakat mengaku belum melihat adanya langkah konkret dari Dinas PUPR Lebak, untuk memperbaiki akses vital sepanjang kurang lebih tiga kilometer tersebut.
Jalan itu menjadi jalur utama bagi aktivitas masyarakat di kedua desa, mulai dari mengangkut hasil pertanian, mengakses fasilitas kesehatan, hingga menunjang kegiatan pendidikan dan perekonomian warga. Namun, saat musim hujan, ruas jalan berubah menjadi berlumpur dan licin sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.
Akhmad (45) warga Desa Parakan Besi mengatakan, kondisi jalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa perbaikan yang signifikan.
“Kalau musim hujan kondisinya jauh lebih parah. Jalannya licin dan membahayakan pengguna jalan. Padahal, ini akses umum yang digunakan masyarakat dari dua desa. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga, khususnya para petani yang mengandalkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil panen ke pasar.
Warga berharap aspirasi mereka dapat diperjuangkan oleh pemerintah desa maupun para wakil rakyat sehingga pembangunan jalan tersebut dapat segera direalisasikan.
“Kami berharap pemerintah desa dan para perwakilan rakyat dapat menyampaikan dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat terkait perbaikan jalan ini,” katanya.
Selain menjadi jalur transportasi masyarakat, ruas jalan Bojongmanik–Parakan Besi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Karena itu, warga meminta Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, hingga pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur tersebut.
Sejumlah warga juga mengingatkan bahwa wilayah Parakan Besi pernah dikunjungi pasangan kepala daerah sebelum terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lebak. Mereka berharap komitmen pembangunan yang pernah disampaikan dapat diwujudkan melalui perbaikan akses jalan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kami hanya ingin jalan ini diperbaiki agar aktivitas masyarakat lebih lancar dan aman, terutama saat musim hujan,” ungkap warga lainya, Mang Ujang.
Masyarakat berharap ruas jalan sepanjang sekitar tiga kilometer itu dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah karena memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan roda perekonomian warga di Desa Bojongmanik dan Desa Parakan Besi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lebak maupun instansi terkait mengenai rencana penanganan dan perbaikan jalan penghubung kedua desa tersebut.–(ridwan)








