Tangerang, BantenGate.id– Menteri Lingkungan Hidup ( Menteri LH) Republik Indonesia, Jumhur Hidayat, mengapresiasi sinergi Pemerintah Kabupaten Tangerang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Apresiasi tersebut disampaikan usai meninjau langsung lokasi kebakaran pada Minggu (5/7/2026), setelah hasil pemantauan menunjukkan titik panas di area TPA menurun drastis.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa proses penanganan kebakaran terus dilakukan secara terukur melalui operasi pemadaman darat dan udara yang telah berlangsung selama enam hari terakhir. Menurutnya, seluruh personel dan peralatan tetap disiagakan hingga api benar-benar padam.
“Selama enam hari ini kita sudah memiliki program penanganan yang terukur. Hari pertama hingga hari keenam seluruh operasional pemadaman terus berjalan. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran dengan kendaraan operasional, serta melalui udara dengan dukungan water bombing,” ujar Maesyal.
Ia menjelaskan, operasi water bombing menggunakan helikopter BNPB telah memasuki hari keempat dan terbukti efektif menjangkau titik-titik api yang berada di dalam timbunan sampah. Selain itu, tim Manggala Agni juga melakukan penyuntikan air ke lapisan bawah timbunan untuk memadamkan bara api yang sulit dijangkau dari permukaan.
Meski kondisi terus membaik, Maesyal mengatakan pemerintah daerah tetap mewaspadai munculnya kepulan asap akibat perubahan arah angin yang berpotensi mengarah ke kawasan permukiman. Pemkab Tangerang juga telah menyiagakan camat, pemerintah desa, puskesmas, serta tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak, termasuk menyiapkan langkah evakuasi apabila diperlukan.
Sementara itu, Jumhur Hidayat mengatakan hasil pemantauan menggunakan teknologi thermal menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Jika beberapa hari lalu tingkat panas yang terdeteksi masih sekitar 70 persen, kini telah turun hingga di bawah 4 persen.
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan dari berbagai stakeholder dan hasil pemantauan thermal, kondisi kebakaran di TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang mengalami perbaikan yang sangat baik. Jika sebelumnya tingkat panas yang terdeteksi mencapai sekitar 70 persen, saat ini sudah berada di bawah 4 persen. Ini merupakan keberhasilan seluruh tim yang bekerja tanpa henti dalam upaya pemadaman api,” ujar Jumhur.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang solid antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta seluruh personel yang bertugas di lapangan.
“Kami mengapresiasi BNPB, Bupati Tangerang beserta seluruh jajarannya, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta berbagai pihak yang telah mengerahkan seluruh kemampuan dan teknologi yang dimiliki,” katanya.
Jumhur menambahkan, area yang masih menyimpan bara api kini hanya tersisa sekitar 3,6 persen. Ia optimistis seluruh titik panas dapat dipadamkan dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah saat ini kondisi yang masih membara tinggal sekitar 3,6 persen. Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Kita berharap malam ini atau paling lambat besok seluruh titik panas dapat mencapai nol persen sehingga kondisi benar-benar terkendali,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kebakaran TPA Jatiwaringin harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan kebakaran di tempat pembuangan akhir, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Yang paling penting dari kejadian ini adalah menjadi pembelajaran bagi seluruh kepala daerah di Indonesia untuk melakukan mitigasi dan pencegahan sejak dini. Saat ini kita memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di kawasan TPA. Karena itu, langkah antisipasi harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.–(red)








