Gubernur  Banten Andra Soni: 647 Unit Koperasi Merah Putih  (KMP) di Banten Sudah Beroperasi

Gubernur  Banten Andra Soni: 647 Unit Koperasi Merah Putih  (KMP) di Banten Sudah Beroperasi

Serang, BantenGate.id– Gubernur,  Andra Soni,  menyampaikan, sebanyak  647 unit  Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Banten sudah beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat. Sementara dari rencana  1.551 unit KDMP yang akan dibangun,  sebanyak 50 persen sudah memiliki lahan.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan hal tersebut dalam sambutaan tertulisnya  yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, pada kegiatan Kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujatmiko, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

“Capaian ini menunjukkan komitmen dan kesiapan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Provinsi Banten,” ujar Andra Soni.

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ranjeng ditetapkan sebagai koperasi percontohan nasional. Koperasi ini dinilai memiliki manajemen yang tertata dan unit bisnis yang lengkap, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

Andra Soni menyatakan optimisme bahwa KDMP akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat kemandirian masyarakat desa.

“Kami optimistis, KDMP akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Budiman Sujatmiko menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui berbagai program strategis. Selain Koperasi Merah Putih, pemerintah juga menjalankan program Sekolah Rakyat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Makan Bergizi Gratis (MBG), program tiga juta rumah subsidi, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta program Kampung Nelayan.

“Program-program kerakyatan tersebut dijalankan secara sistematis, terstruktur, masif, dan berskala besar,” kata Budiman.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan, negara harus hadir untuk melindungi masyarakat miskin melalui pola pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil.

“Harus ada keberpihakan kepada masyarakat bawah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono berharap Koperasi Merah Putih mampu menjadi roda penggerak perekonomian nasional dan berkembang layaknya ritel modern.

Menurut Ferry, koperasi memiliki keunggulan karena masyarakat sekitar tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai pemilik. Dengan demikian, perputaran uang dari anggota akan kembali dinikmati oleh anggota itu sendiri.–(red)

Pos terkait