Tangerang, BantenGate.id – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026 yang digelar di Indoor Stadium Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (9/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati mengusulkan agar olahraga bela diri dijadikan muatan lokal (mulok) maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Menurutnya, olahraga bela diri tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta keberanian peserta didik.
“Saya tadi melihat anak-anak menampilkan ekshibisi yang sangat bagus dan menarik. Mudah-mudahan ini bisa terus disosialisasikan. Bahkan saya mengimbau agar setiap sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA, memiliki muatan lokal atau kegiatan ekstrakurikuler bela diri, seperti taekwondo, pencak silat, maupun karate,” ujar Dimyati.
Pada kesempatan itu, Dimyati juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri yang telah mempercayakan Provinsi Banten sebagai tuan rumah Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026.
Ia menjelaskan, kejuaraan tersebut diikuti kontingen dari 32 Kepolisian Daerah (Polda) serta peserta umum yang berasal dari 32 provinsi di Indonesia. Hal itu dinilai menjadi bukti bahwa kejuaraan tersebut merupakan ajang nasional yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.
Dimyati menilai taekwondo merupakan cabang olahraga yang tidak hanya mengedepankan kemampuan bertanding, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, pengendalian diri, dan pembentukan karakter. Atraksi para atlet pada seremoni pembukaan, lanjutnya, menunjukkan besarnya potensi olahraga bela diri dalam menarik minat generasi muda.
Karena itu, ia berharap olahraga bela diri semakin diperkenalkan di lingkungan pendidikan melalui program muatan lokal maupun kegiatan ekstrakurikuler.
“Kalau anak-anak memiliki kemampuan pertahanan diri, mereka akan memiliki keberanian. Insya Allah, itu akan menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Taekwondo Garuda Bhayangkara (Garbha) Presisi Polri Brigjen Langgeng Purnomo mengatakan Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup VII bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan, memperkuat sportivitas, serta melahirkan atlet-atlet taekwondo Indonesia yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pembinaan olahraga nasional.
“Dengan taekwondo kita belajar tentang disiplin, rasa hormat, pengendalian diri, kerja keras, keberanian, dan pantang menyerah,” ujar Langgeng.–(red)








