Wabup Tangerang Intan Nurul Hikmah, Buka Sekolah Gender Dorong Aksi Nyata Kesetaraan

Wabup Tangerang Intan Nurul Hikmah, Buka Sekolah Gender Dorong Aksi Nyata Kesetaraan

Tangerang, BantenGate.id–Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka Sekolah Gender Angkatan II Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (25/02/2026).

Dalam sambutannya, Intan menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar wacana, melainkan harus terimplementasi dalam kebijakan, program, pelayanan publik, hingga dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Perempuan dan laki-laki adalah mitra sejajar dalam membangun daerah. Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kokoh. Dan ketika masyarakat kokoh, Kabupaten Tangerang akan semakin maju dan berkeadilan,” ujar Intan.

Ia menjelaskan, Sekolah Gender bukanlah sekolah dalam arti fisik, melainkan program pembelajaran singkat (short course) yang menjadi ruang berbagi ilmu, berdiskusi, serta merancang aksi nyata untuk mengatasi berbagai persoalan berbasis gender.

“Sekolah Gender ini bukan sekolah dalam bentuk fisik, tetapi ruang belajar, berdiskusi, dan merancang aksi nyata serta kontribusi perempuan bagi suksesnya program pembangunan,” imbuhnya.

Menurutnya, kesetaraan gender bukan hanya tanggung jawab satu perangkat daerah, tetapi menjadi tugas bersama pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, tokoh agama, pemuda, hingga keluarga. Ia berharap Sekolah Gender Angkatan II ini mampu melahirkan rencana aksi konkret terhadap isu diskriminasi dan kekerasan berbasis gender, seperti kampanye publik, edukasi di sekolah, pendampingan korban, penguatan regulasi, hingga inovasi berbasis komunitas.

Intan juga berharap Sekolah Gender 2026 menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Tangerang yang semakin inklusif, ramah perempuan, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Sri Panggung, menyampaikan dukungan dan apresiasinya atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Sekolah Gender bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing perempuan agar memahami peran strategisnya dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Sekolah Gender ini ada empat angkatan, masing-masing sekitar 50 peserta. Kita ingin perempuan lebih berani, produktif, dan berkontribusi dalam pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menjelaskan bahwa Sekolah Gender merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berani memperjuangkan hak dan perannya secara konstruktif.

“Sekolah Gender bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang belajar bersama untuk menumbuhkan kesadaran kritis, solidaritas sosial, serta keberanian dalam memperjuangkan hak dan peran perempuan secara konstruktif,” jelas Asep.

Ia berharap program ini mampu melahirkan para penggerak kampanye kesetaraan gender yang menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, sekaligus mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam sikap, perilaku, dan aksi komunitas, sehingga Kabupaten Tangerang semakin ramah perempuan, inklusif, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender,” pungkasnya.–(red)

Pos terkait