Tanah Datar, Bantengate.id — Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Selasa (3/3/2026) dinihari. Peristiwa tersebut memicu peningkatan kewaspadaan di wilayah sekitar gunung api aktif yang berada di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Erupsi dikonfirmasi oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Firmansyah. Berdasarkan laporan resmi tertulis, letusan tercatat terjadi pada pukul 02.19 WIB. Namun, kolom abu tidak dapat teramati secara visual dari pos pengamatan karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk pengamatan langsung.
Meski demikian, aktivitas vulkanik terekam jelas melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 30,2 milimeter. Data tersebut menjadi indikator kuat terjadinya letusan meskipun tanpa visualisasi kolom abu.
“Erupsi ini berlangsung selama kurang lebih 85 detik,” ujar Teguh dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan gunung.
Warga dan pendaki dilarang memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas atau Kawah Verbeek guna menghindari potensi bahaya lanjutan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar atau banjir lahar, terutama pada musim hujan yang berpotensi memperbesar risiko aliran material vulkanik.
PVMBG juga meminta pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan PVMBG maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi guna memperoleh pembaruan informasi terkini terkait aktivitas vulkanik.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Tanah Datar agar tetap waspada dan berhati-hati serta menjauhi kawasan sekitar Gunung Marapi.
Ia juga mengingatkan warga untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna mencegah gangguan kesehatan.
“Kepada masyarakat agar menggunakan masker penutup hidung dan mulut apabila terjadi hujan abu, guna mencegah gangguan saluran pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat diminta tetap menjaga suasana kondusif dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks, serta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak berwenang.—(yen)








