Amira Kim, Penyanyi Cilik Asal Bekasi Gaungkan Cinta Nusantara Lewat Musik Anak Indonesia

Amira Kim, Penyanyi Cilik Asal Bekasi Gaungkan Cinta Nusantara Lewat Musik Anak Indonesia

Jakarta,BantenGate.id – Di tengah minimnya karya musik anak yang mengangkat nilai kebangsaan, penyanyi cilik Amira Kim hadir membawa semangat baru. Melalui dua single bertema Nusantara, penyanyi asal Bekasi itu berupaya menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia kepada generasi seusianya.

Amira Kim, yang memiliki nama lengkap Amira Azzahra Kimberlite, diperkenalkan kepada publik dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Meski baru berusia delapan tahun, siswi kelas 3 Akhyar International Islamic School (AIIS) tersebut tampil percaya diri saat berbagi kisah perjalanan bermusiknya.

Di bawah naungan Senada Digital Records, Amira telah merilis dua lagu bertajuk “Makanan Nusantara Juaranya” dan “Nusantara Indah”. Kedua karya itu tidak hanya menawarkan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui lirik yang ringan dan mudah dipahami.

“Bagi saya, Indonesia adalah rumah yang sangat indah dan istimewa. Indonesia memiliki banyak budaya, makanan, bahasa, dan tempat yang luar biasa. Melalui lagu-lagu saya, saya ingin mengajak teman-teman seusia saya untuk bangga menjadi anak Indonesia dan lebih mencintai budaya serta kekayaan negeri kita,” ujar Amira.

Menurutnya, memilih tema Nusantara bukan sekadar konsep musik, melainkan bentuk kecintaannya terhadap Indonesia. Ia berharap lagu-lagunya dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman budaya bangsa sejak dini.

Di balik penampilannya yang ceria, Amira mengaku menjalani proses latihan yang tidak singkat. Latihan vokal, menghafal lirik, mengatur teknik pernapasan, hingga mengulang sesi rekaman menjadi rutinitas yang harus dijalani demi menghasilkan karya terbaik.

“Banyak orang melihat hasilnya saja. Padahal ada proses panjang di balik itu. Saya sering latihan vokal, menghafal lirik, belajar pernapasan, dan mengulang rekaman kalau hasilnya belum maksimal. Kadang memang lelah, tetapi karena saya suka musik, semuanya terasa menyenangkan,” tuturnya.

Selain aktif di dunia tarik suara, Amira juga menjalani berbagai kegiatan pengembangan diri. Ia mengikuti les mengaji, piano, drum, matematika, menggambar, gimnastik, ice skating, pottery, hingga bahasa Inggris. Meski memiliki jadwal yang padat, ia mengaku tetap menikmati seluruh aktivitas tersebut.

“Saya selalu mencoba menikmati semua kegiatan. Orang tua membantu mengatur jadwal supaya saya tetap punya waktu bermain dan beristirahat. Kalau melakukan sesuatu dengan hati yang senang, semuanya terasa lebih ringan,” katanya.

Ke depan, Amira memiliki cita-cita untuk terus mengembangkan kemampuan bermusiknya, termasuk menyanyikan lagu dalam berbagai bahasa dan tampil di panggung internasional.

“Saya ingin terus belajar, mencoba hal-hal baru, dan suatu hari nanti bisa memperkenalkan Indonesia melalui lagu-lagu yang saya nyanyikan di panggung dunia,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada anak-anak Indonesia agar tidak takut memiliki mimpi besar.

“Jangan takut bermimpi dan jangan mudah menyerah. Kalau punya cita-cita, rajin belajar, terus berlatih, dan berani mencoba. Setiap mimpi besar selalu dimulai dari langkah kecil,” pesannya.

Sementara itu, sang ibu, Vera, mengungkapkan bahwa kecintaan Amira terhadap musik mulai terlihat sejak usia dua setengah tahun. Awalnya, Amira mengikuti kelas vokal di Purwacaraka hanya sebagai kegiatan tambahan.

“Setelah rutin berlatih dan mulai tampil di berbagai acara saat usia lima tahun, kami melihat keberanian dan bakatnya terus berkembang. Dari situ kami yakin potensi ini perlu didukung secara serius,” kata Vera.

Menurutnya, keluarga selalu berusaha menjaga keseimbangan antara pendidikan, pengembangan bakat, waktu bermain, dan kesehatan mental Amira. Baginya, kebahagiaan sang putri tetap menjadi prioritas utama.

“Kami ingin Amira berkembang, tetapi tetap menikmati masa kecilnya. Semua kegiatan harus dijalani dengan rasa senang, bukan karena tekanan,” ujarnya.

Vera menegaskan, keluarga tidak pernah menjadikan popularitas sebagai tujuan utama. Mereka lebih mengutamakan pembentukan karakter agar Amira tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, disiplin, dan mampu memberikan manfaat melalui karya-karyanya.

“Musik adalah sarana untuk menyebarkan semangat positif sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia,” katanya.

Produser Senada Digital Records, Tety Widiastuti, menilai Amira memiliki potensi besar karena memiliki kemauan belajar yang tinggi dan cepat menerima arahan selama proses produksi.

“Saya melihat kualitas paling menonjol dari Amira adalah semangat belajarnya. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap rekaman. Dengan pendampingan yang tepat, saya optimistis Amira memiliki peluang berkembang hingga tingkat internasional,” ujar Tety.

Menurutnya, pemilihan tema Nusantara dilakukan secara sengaja untuk membangun identitas artistik Amira sejak awal karier.

“Kami ingin Amira memiliki ciri khas yang kuat sekaligus menjadi media edukasi budaya bagi anak-anak. Nilai-nilai kecintaan terhadap Indonesia akan tetap menjadi fondasi dalam setiap karya berikutnya,” jelasnya.

Ke depan, Senada Digital Records juga menyiapkan berbagai proyek baru, mulai dari lagu berbahasa Inggris, eksplorasi musik etnik Indonesia dengan aransemen modern, hingga kolaborasi lintas genre sebagai langkah bertahap menuju pasar internasional.

“Kami ingin memperkenalkan kekayaan musik Indonesia kepada dunia melalui pendekatan yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi kekuatan utama Amira,” pungkas Tety.

Dengan dukungan keluarga, pendampingan profesional, dan semangat belajar yang terus tumbuh, Amira Kim menjadi salah satu wajah baru musik anak Indonesia. Melalui karya-karyanya, ia tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan bangga terhadap kekayaan budaya Nusantara.--(Muhammad Fadhli)

Pos terkait