Tanah Datar, Bantengate.id – Pergantian kepemimpinan di lingkungan Kementerian Agama Kabuoaten Tanah Datar bukan sekadar seremoni administrasi, tetapi menjadi bagian dari estafet pengabdian dalam menjaga kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
Semangat itulah yang mengemuka dalam acara hantar tugas dan pisah sambut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dari Amril kepada Hendri Pani Dias, yang digelar di Aula Ikhlas Beramal, Rabu (15/7/2026).
Pada momentum tersebut, Amril resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tanah Datar, untuk selanjutnya mendapat amanah baru sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok. Posisinya kini dilanjutkan oleh Hendri Pani Dias, yang dipercaya memimpin Kemenag Tanah Datar untuk melanjutkan berbagai program strategis sekaligus menjawab tantangan pelayanan keagamaan di daerah yang dikenal sebagai Luhak Nan Tuo.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi Kementerian Agama dalam memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keagamaan, pendidikan madrasah, hingga pembinaan kehidupan beragama.
Jejak Pengabdian Hampir Tiga Tahun
Dalam sambutannya, Amril mengenang perjalanan pengabdiannya selama tiga tahun sepuluh hari, sejak mulai bertugas pada 18 April 2023. Menurutnya, masa pengabdian di Tanah Datar menjadi pengalaman berharga karena dibangun di atas kerja sama yang erat antara jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat.
Ia mengaku bersyukur diberi kesempatan mengabdi di Tanah Datar dan menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan maupun kekhilafan.
“Terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin selama ini. Mohon doa restu agar kami dapat menjalankan amanah di Kota Solok dengan sebaik-baiknya. Semoga silaturahmi yang telah terbangun tetap terjaga,” ujar Amril.
Selama memimpin Kemenag Tanah Datar, berbagai program pelayanan keagamaan terus diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah daerah maupun lembaga pendidikan keagamaan. Karena itu, pergantian kepemimpinan diharapkan tidak menghentikan capaian yang telah dirintis, melainkan menjadi titik awal penguatan program yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melanjutkan Program, Menghadirkan Inovasi
Sebagai kepala kantor yang baru, Hendri Pani Dias menyatakan komitmennya untuk menjaga kesinambungan program yang telah dibangun pendahulunya sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik.
Menurut Hendri, atmosfer kebersamaan yang telah tumbuh di Tanah Datar merupakan modal besar dalam membangun sektor keagamaan secara kolaboratif.
Ia menilai keberhasilan pelayanan keagamaan tidak hanya bergantung pada Kementerian Agama, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, hingga masyarakat.
“Saya melihat semangat kebersamaan di Tanah Datar sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan bidang keagamaan melalui kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” katanya.
Hendri juga mengungkapkan telah menyusun sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus kepemimpinannya. Program tersebut meliputi peningkatan mutu pendidikan madrasah, penguatan pondok pesantren, serta peningkatan kualitas pendidikan agama di sekolah umum.
Ketiga sektor tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki karakter, integritas, dan pemahaman keagamaan yang moderat.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Tanah Datar yang diwakili Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi menyampaikan terima kasih atas kontribusi Amril dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dengan Kementerian Agama.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Hendri Pani Dias serta berharap kepemimpinan baru mampu meneruskan berbagai program yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat Tanah Datar.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bapak Amril selama memimpin Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar. Selamat datang kepada Bapak Hendri Pani Dias, semoga dapat melanjutkan program-program yang bermanfaat bagi Tanah Datar, Luhak Nan Tuo,” ujarnya.
Menurut Abdurrahman, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama melalui penguatan pendidikan dan kehidupan beragama.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, rotasi kepemimpinan bukan sekadar perpindahan pejabat, melainkan upaya menghadirkan penyegaran organisasi agar pelayanan publik semakin efektif.
Mustafa juga mengapresiasi hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
Ia berharap sinergi tersebut terus dipertahankan dan diperkuat di bawah kepemimpinan Hendri Pani Dias sehingga berbagai program keagamaan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.—(murni yenti)








