Lebak, BantenGate.id – Pemerintah Kabupaten Lebak, mencatat realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 hingga akhir Mei telah mencapai Rp978,47 miliar atau 35,30 persen dari total target pendapatan daerah sebesar Rp2,772 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator positif dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas daerah tahun ini.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, mengatakan realisasi pendapatan daerah terus menunjukkan tren yang baik, terutama dari sektor transfer pemerintah pusat yang masih menjadi penopang utama keuangan daerah.
“Realisasi pendapatan daerah sudah mencapai Rp978.475.517.335 atau sekitar 35,30 persen,” kata Halson, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, pendapatan transfer dari pemerintah pusat telah terealisasi sebesar Rp767,52 miliar atau 36,53 persen dari total pagu yang ditetapkan. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Tahun 2026 ditagetkan sebesar Rp 520,53 miliar, realisasi sebesar Rp158,77 miliar atau 30,50.
PAD sebesar Rp 520,53 miliar sebesar Rp 273.941.635.564,00 berasal dari pendapatan pajak daerah dan retribusi daerah, dan realisasi hingga akhir Mei 2026 sebesar Rp Rp 100.418.767.303,00 atau sebesar 36,66.
Di sisi belanja daerah, dari total alokasi anggaran sebesar Rp2,25 triliun, realisasi hingga 22 Mei 2026 baru mencapai Rp595,95 miliar atau sekitar 26,40 persen.
Belanja operasi masih menjadi komponen terbesar dengan realisasi mencapai Rp468,07 miliar atau 20,74 persen. Adapun belanja modal yang berkaitan langsung dengan pembangunan fisik dan pengadaan aset daerah telah terealisasi sebesar Rp30,24 miliar atau 29,21 persen.
Penyerapan Belanja Dipacu pada Semester Kedua
Pemerintah Kabupaten Lebak menilai rendahnya penyerapan belanja pada triwulan kedua masih berada dalam batas yang wajar. Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah kegiatan pembangunan fisik, pengadaan barang dan jasa, serta proyek-proyek strategis daerah masih berada pada tahapan administrasi, perencanaan teknis, dan proses lelang.
Secara umum, pola penyerapan APBD di banyak daerah memang cenderung meningkat pada semester kedua setelah tahapan perencanaan dan pengadaan selesai dilaksanakan. Karena itu, pemerintah daerah optimistis realisasi belanja akan meningkat signifikan pada pertengahan hingga akhir tahun anggaran.
Pada APBD 2026, Pemkab Lebak menetapkan tiga fokus utama pembangunan, yakni percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, serta penanganan dan pengentasan kemiskinan.
Program pembangunan infrastruktur diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperbaiki akses pelayanan dasar masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara program ketahanan pangan difokuskan pada peningkatan produktivitas sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Lebak.
Di sisi lain, berbagai program pengentasan kemiskinan terus diperkuat melalui peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Halson menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah diminta untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.
“Kami akan terus mendorong percepatan realisasi agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan percepatan realisasi anggaran pada semester kedua, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap berbagai target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.– (adv)







