Musrenbang Nagari Singgalang 2026 Soroti Potensi Wisata dan Prioritas Pembangunan

Musrenbang Nagari Singgalang 2026 Soroti Potensi Wisata dan Prioritas Pembangunan

Tanah Datar, Bantengate.id — Pemerintah Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, menyoroti belum maksimalnya pengelolaan potensi wisata dan sejumlah persoalan pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Daftar Usulan RKP (DU RKP) Tahun Anggaran 2026.

Musrenbang yang digelar di Aula Kantor Wali Nagari Singgalang, Rabu (9/9/2026), menjadi ruang untuk menyusun arah pembangunan sekaligus menghimpun berbagai usulan masyarakat yang akan diperjuangkan mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Musrenbang tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Singgalang dan dihadiri Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP., beserta jajaran, Forkopimca, perwakilan OPD, PD PLB, Ketua BPRN, KAN, lembaga unsur, TP PKK Nagari dan Jorong, kepala UPT, BUMNag, seluruh Wali Jorong se-Nagari Singgalang, pendamping desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Wali Nagari Singgalang Seri Mesra, S.Hum., mengatakan Nagari Singgalang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun, potensi tersebut dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat karena pengelolaannya masih perlu dibenahi.

“Alhamdulillah, sumber alam Nagari Singgalang terkenal hingga mancanegara. Punya Air Terjun Lembah Anai, Air Terjun Proklamator, Puncak Jomblo, Jembatan Jodoh di Jorong Gantiang, Batang Aia Duo, pemandian Sikaduduak, hingga nagari di atas awan yang berada di antara Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek. Tapi belum terkelola semaksimal mungkin,” ujar Seri Mesra.

Karena itu, ia berharap sinergi dengan pemerintah daerah dapat diperkuat, terutama dengan perangkat daerah yang menangani sektor pariwisata. Dalam Musrenbang tersebut, perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Padpora) turut hadir.

Seri Mesra menyebut pihaknya akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun komunikasi lebih lanjut mengenai pengembangan pariwisata Nagari Singgalang.

Dari Jorong hingga Kabupaten

Menurut Seri Mesra, Musrenbang bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Forum tersebut merupakan tahapan penting dalam menentukan program pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Perencanaan dimulai dari musyawarah di tingkat jorong, kemudian dibawa ke tingkat nagari, kecamatan, hingga akhirnya menjadi usulan dalam perencanaan pembangunan kabupaten.

“Musrenbang ini dilaksanakan sekali setahun. Dana yang diberikan pemerintah akan direncanakan mulai dari musyawarah jorong, musyawarah nagari, musyawarah kecamatan dan terus ke musyawarah kabupaten,” katanya.

Ia berharap proses tersebut mampu menghasilkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran.

Dalam kesempatan itu, Seri Mesra juga memaparkan kondisi keuangan Nagari Singgalang. Ia menyebut anggaran nagari pada 2025 berada di kisaran Rp2,6 miliar.

Sementara dalam kondisi efisiensi, kemampuan anggaran untuk membiayai berbagai program pembangunan menjadi lebih terbatas. Ia menyebut dana nagari yang tersedia sekitar Rp400 juta dalam konteks efisiensi yang dihadapi.

Kondisi tersebut membuat pemerintah nagari harus menentukan skala prioritas agar pembangunan tetap berjalan.

Sejumlah rencana pembangunan juga telah diproyeksikan untuk tahun-tahun berikutnya. Di antaranya pembangunan Puskesmas baru, penguatan layanan melalui bidan desa, serta lanjutan pembangunan Jalan Batang Tumbuang yang direncanakan menjadi bagian dari agenda pembangunan ke depan.

Sampah Sungai hingga Parkir Liar Jadi Sorotan

 Tak hanya pembangunan fisik, persoalan lingkungan dan ketertiban lalu lintas turut menjadi perhatian.

Seri Mesra secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kalau membuang sampah ke sungai itu menzalimi, karena air mengalir untuk keperluan rumah tangga masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah nagari, lanjutnya, juga akan mendorong pelaksanaan pelatihan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dan lingkungan.

Persoalan parkir liar juga menjadi pekerjaan rumah. Banyaknya kendaraan yang berhenti di badan atau pinggir jalan dinilai menjadi salah satu penyebab terganggunya arus lalu lintas dan munculnya kemacetan.

Pendidikan dan Keagamaan Jadi Modal Sosial

Di luar sektor pariwisata, Nagari Singgalang juga memiliki potensi besar dalam bidang keagamaan dan pendidikan.

Seri Mesra menyebut aktivitas keagamaan masyarakat cukup tinggi. Bahkan, jumlah jamaah di Nagari Singgalang dinilai menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan. Namun, hingga kini nagari tersebut belum memiliki pesantren.

Di sektor pendidikan, sejumlah lembaga pendidikan juga disebut aktif dan menorehkan prestasi. TK, SD hingga SMP di Nagari Singgalang terus didorong untuk meningkatkan kualitas dan sarana pendidikan.

Beberapa sekolah juga disebut mendapatkan dukungan anggaran untuk rehabilitasi fasilitas, termasuk SD 07 dan SMP Negeri 1 X Koto.

Peran masyarakat perantauan juga menjadi bagian yang mendapat perhatian dalam pembangunan nagari. Seri Mesra menyebut Ikatan Keluarga Besar Singgalang (IKBS) sebagai salah satu kekuatan sosial yang perlu terus diperkuat. Ia berharap keberadaan IKBS dapat diperluas hingga kabupaten dan kota sehingga hubungan antara masyarakat di kampung dan perantauan semakin solid.

“Perantau IKBS (Ikatan Keluarga Besar Singgalang), mohon bantuan pula membentuk IKBS di kabupaten dan kota,” katanya.

Ia juga menyebut lembaga-lembaga unsur di Nagari Singgalang selama ini cukup aktif dalam melaksanakan berbagai kegiatan.—(yen)

Pos terkait