Lebak, BantenGate.id — KERATON UMKM Lebak Ruhay resmi dibuka oleh Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, Jumat (21/8/2026). Kehadiran pusat kegiatan usaha tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan sekaligus memperluas akses pemasaran produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak.
Grand launching KERATON UMKM Lebak Ruhay dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Lebak dan Dandim Lebak. Hadir pula unsur pemerintahan, tokoh ulama, tokoh pemuda, masyarakat, serta pelaku UMKM dari berbagai sektor.
Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya mengapresiasi hadirnya KERATON UMKM Lebak Ruhay sebagai salah satu ruang yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Hasbi, UMKM merupakan salah satu motor penggerak perekonomian daerah sehingga pengembangannya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.
“UMKM merupakan motor penggerak ekonomi, termasuk di Kabupaten Lebak. Karena itu kami mengapresiasi hadirnya KERATON UMKM Lebak Ruhay ini,” kata Hasbi.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor UMKM. Menurutnya, anak muda perlu mengambil peran dalam membangun perekonomian daerah melalui kewirausahaan dan pengembangan produk lokal.
“UMKM bukan hanya untuk kaum tua. Kaum muda juga harus ikut bersama-sama membangun perekonomian melalui sektor UMKM, karena dengan adanya Keraton UMKM ini menjadi salah satu indikator dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” tegasnya.
UMKM Harus Aman dari Premanisme

Selain mendorong pengembangan usaha, Hasbi menegaskan pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum akan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan KERATON UMKM Lebak Ruhay.
Ia meminta para pelaku usaha tidak takut melapor apabila mengalami gangguan, kekerasan, maupun tindakan yang mengarah pada praktik premanisme.
“Kalau ada pelaku UMKM yang merasa terganggu oleh tindakan kekerasan atau premanisme, segera laporkan kepada aparat penegak hukum. Kita akan tindak tegas,” ujarnya.
Hasbi menegaskan tidak boleh ada pihak yang mengganggu masyarakat maupun pelaku UMKM yang tengah berupaya menggerakkan perekonomian daerah.
Usai seremoni grand launching, Hasbi meninjau langsung area KERATON UMKM Lebak Ruhay. Ia berinteraksi dengan sejumlah pelaku usaha dan melihat berbagai produk yang dipasarkan di lokasi tersebut.
179 Meja Dagang Disediakan Gratis
Pemilik KERATON UMKM Lebak Ruhay, Salim Sugiarto atau yang akrab disapa Buntiaw, mengatakan pusat UMKM tersebut disiapkan sebagai ruang usaha bagi masyarakat untuk menjalankan dan mengembangkan aktivitas perdagangan.
Sebanyak 179 meja dagang telah disediakan untuk para pelaku usaha. Fasilitas tersebut diberikan secara gratis selama tiga bulan.
“Sementara ini saya berikan meja untuk berjualan sebanyak 179 buah, dan saya siapkan secara gratis dengan tenor tiga bulan ke depan,” kata Buntiaw.
Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Buntiaw berharap KERATON UMKM Lebak Ruhay dapat berkembang menjadi salah satu sentra perdagangan dan promosi produk lokal Lebak. Keberadaannya juga diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional.
Perwakilan KERATON UMKM Lebak Ruhay, Abah Elang Mangkubumi, mengatakan Kabupaten Lebak memiliki potensi UMKM yang besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan ruang usaha dan fasilitas yang representatif agar produk lokal dapat berkembang dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Para pelaku usaha di Lebak ini sangat berpotensi. Karena itu kami menggagas KERATON UMKM Lebak Ruhay sebagai wadah untuk menampung dan memfasilitasi para pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia menyebut saat ini lebih dari 170 pelaku UMKM telah terdaftar dan siap menjalankan aktivitas transaksi serta pemasaran produk di KERATON UMKM Lebak Ruhay.
Menurut Abah Elang, keberadaan KERATON UMKM Lebak Ruhay diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli. Pusat UMKM tersebut juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta mengembangkan usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.–(sunarya0








