Merawat Martabat Lansia, Komitmen Bersama Membangun Kabupaten Tangerang yang Inklusif

Merawat Martabat Lansia, Komitmen Bersama Membangun Kabupaten Tangerang yang Inklusif
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, bersama para Lansia.--(foto: prokopim)

Tangerang, BantenGate.id– Di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia, perhatian terhadap kualitas hidup kelompok usia tersebut menjadi isu yang semakin penting. Bukan sekadar urusan keluarga, kesejahteraan lansia kini menjadi tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga lembaga sosial.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang diselenggarakan Kementerian Sosial (Kemensos) RI dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di LKS Husnul Khotimah Islamic Village, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan harus mampu menghadirkan ruang hidup yang aman, sehat, dan nyaman bagi para lansia. Menurutnya, penghormatan kepada orang tua bukan hanya bagian dari nilai budaya, tetapi juga ukuran kemajuan sebuah masyarakat.

“Mari kita hadirkan lingkungan yang penuh kasih sayang, penghormatan dan perhatian bagi para lanjut usia, karena sesungguhnya cara kita memperlakukan orang tua hari ini adalah cerminan masa depan yang sedang kita bangun untuk generasi berikutnya,” ujar Intan.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi atas perubahan demografi yang tengah dihadapi Indonesia. Data kependudukan menunjukkan jumlah lansia terus meningkat setiap tahun seiring bertambahnya angka harapan hidup. Kondisi ini menghadirkan tantangan baru bagi pemerintah daerah dalam menyediakan layanan kesehatan, perlindungan sosial, hingga ruang partisipasi bagi warga lanjut usia.

Lansia Bukan Beban Pembangunan

Dalam sambutannya, Intan menekankan bahwa lansia merupakan kelompok yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan keluarga, masyarakat, hingga bangsa. Pengalaman dan kebijaksanaan yang mereka miliki menjadi modal sosial yang tidak ternilai.

“Hari Lanjut Usia Nasional merupakan momentum penting untuk mengingatkan kita semua bahwa para lansia adalah sumber kebijaksanaan, pengalaman dan teladan kehidupan. Mereka telah memberikan kontribusi besar dalam membangun keluarga, masyarakat hingga bangsa dan negara,” katanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan paradigma baru pembangunan sosial yang menempatkan lansia bukan sebagai kelompok yang harus dikasihani, melainkan sebagai warga negara yang tetap memiliki hak untuk hidup sehat, produktif, dan bermartabat.

Karena itu, menurut Intan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mengembangkan berbagai program yang ramah lansia. Program tersebut mencakup pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang mendukung kualitas hidup para lanjut usia.

“Sudah sepantasnya kita memberikan penghormatan, perlindungan serta pelayanan terbaik agar para lansia dapat menjalani masa tuanya dengan sehat, mandiri, aktif dan bermartabat,” ujarnya.

Dari Seremonial Menuju Aksi Nyata

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional setiap tahun kerap diwarnai berbagai kegiatan sosial. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan momentum tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Wabup Intan berharap kegiatan bakti sosial yang digelar Kemensos dapat menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap kebutuhan lansia.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial, mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong, khususnya dalam rangka memberikan perhatian kepada para lansia,” katanya.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para lansia yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kepada para lansia yang hadir pada kesempatan hari ini, kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian serta perjuangan yang telah diberikan selama ini. Semoga bapak dan ibu senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan serta keberkahan dalam menjalani kehidupan,” ucapnya.

Kehadiran Negara Melalui Layanan Sosial

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menjelaskan bahwa kegiatan di Kabupaten Tangerang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang sebelumnya dipusatkan di Kupang dan Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Agus, bakti sosial yang digelar Kemensos bersama berbagai pihak merupakan upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan sosial dan pemenuhan hak-hak dasar warga.

“Kegiatan hari ini adalah salah satu bagian kelanjutan dari peringatan Hari Lanjut Usia Nasional. Kemensos bekerja sama dengan para pihak menyelenggarakan bakti sosial di LKS Islamic Village,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui bantuan sosial, program atensi, intervensi sosial, hingga penyelenggaraan sekolah rakyat.

“Kementerian Sosial terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih dekat, baik itu dalam bentuk bantuan sosial, atensi, intervensi maupun penyelenggaraan sekolah rakyat sebagai wujud nyata kehadiran negara,” tandasnya.

Menyiapkan Masyarakat Ramah Lansia

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional tahun ini mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan negara dan masyarakat dalam menjaga martabat kelompok rentan, termasuk lansia.

Dengan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia, kebutuhan akan lingkungan yang ramah lansia akan semakin besar. Mulai dari fasilitas kesehatan yang mudah diakses, ruang publik yang inklusif, hingga dukungan sosial yang memungkinkan para lansia tetap aktif berinteraksi dan berkontribusi.

Di Kabupaten Tangerang, komitmen tersebut mulai diterjemahkan melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor. Tantangannya kini adalah memastikan bahwa semangat penghormatan terhadap lansia tidak hanya hadir pada peringatan tahunan, tetapi menjadi budaya sosial yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.–-(dimas)

Pos terkait