35 Anak Yatim di Pandeglang Dapat Pelatihan Kewirausahaan dari HIPMI Culinary Indonesia

Pelatihan kewirausahaan anak yatim di Pandeglang bersama HIPMI Culinary Indonesia

BantenGate.id. Pandeglang– Sebanyak 35 anak yatim dan piatu di Yayasan Panti Asuhan Hasanuddin, Kabupaten Pandeglang, mendapat pelatihan kewirausahaan dari komunitas HIPMI Culinary Indonesia (HCI) BPD Banten.

Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan memasak, tetapi juga membekali anak-anak panti dengan pengetahuan dasar kewirausahaan agar mereka memiliki kemampuan untuk membangun usaha secara mandiri.

Pelatihan bertajuk HCI Young Preneur tersebut diikuti anak-anak asuh tingkat SMP, SMA, hingga mereka yang telah menyelesaikan pendidikan sekolah. Peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar menjadi entrepreneur serta praktik membuat berbagai produk kuliner yang memiliki peluang untuk dijual.

Ketua Badan Semi Otonom HIPMI Culinary Indonesia BPD Banten, Putri Rahma Febriani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menumbuhkan mental mandiri dan jiwa kewirausahaan sejak dini.

“Hari ini kami memberikan materi bagaimana menjadi entrepreneur dan cooking class. Harapannya mereka punya mimpi menjadi pengusaha dan tidak bergantung kepada orang lain,” kata Putri, Minggu (20/9/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan membuat sejumlah produk makanan, di antaranya roti isi mayo dan berbagai olahan berbahan cokelat. Produk tersebut dipilih karena relatif mudah dipraktikkan dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan.

Menurut Putri, HCI tidak ingin pelatihan kewirausahaan tersebut berhenti hanya dalam satu kegiatan. Para peserta juga akan mendapatkan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan usaha.

“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membimbing, membina, dan memfasilitasi mereka. Setelah ini mereka praktik sendiri, kami monitoring, dibuatkan grup pendampingan, lalu kami bantu proses penjualan dan distribusinya,” ujarnya.

Putri mengatakan keterampilan kewirausahaan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak-anak panti untuk memperoleh penghasilan, bahkan ketika mereka masih berstatus sebagai pelajar.

“Ketika mereka lulus, atau bahkan masih sekolah, mereka bisa mulai berjualan, menghasilkan uang, dan ke depan membuka lapangan kerja bagi orang lain. Itu yang ingin kami tanamkan sejak awal,” ucapnya.

Melalui program HCI Young Preneur, HCI BPD Banten berharap anak-anak yatim dan piatu di Pandeglang tidak hanya memiliki keterampilan mengolah makanan, tetapi juga keberanian untuk memulai usaha dan mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

“Harapan kami juga mereka memiliki keberanian membangun usaha sendiri, mandiri secara ekonomi, dan tumbuh menjadi pengusaha muda,” pungkasnya. (ridwan)

Pos terkait