Prasetiya Mulya Jadi Kampus Pelopor Digitalisasi Adminduk, Disdukcapil Kabupaten Tangerang Luncurkan Program “IKD Goes to Campus”

Prasetiya Mulya Jadi Kampus Pelopor Digitalisasi Adminduk, Disdukcapil Kabupaten Tangerang Luncurkan Program “IKD Goes to Campus”

Tangerang, BantenGate.idUniversitas Prasetiya Mulya menjadi perguruan tinggi pertama sekaligus pelopor dalam program digitalisasi administrasi kependudukan yang digagas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tangerang melalui kegiatan bertajuk “Talkshow dan Sosialisasi Aplikasi IKD Goes to Campus” yang digelar di Kampus BSD, Selasa (19/5/2026).

Program tersebut menjadi langkah awal akselerasi transformasi layanan administrasi kependudukan berbasis digital di lingkungan perguruan tinggi, dengan menyasar civitas akademika dan generasi muda sebagai agen perubahan menuju pelayanan publik yang modern dan efisien.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, mengatakan digitalisasi administrasi kependudukan menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, pelayanan adminduk harus mampu beradaptasi dari sistem konvensional berbasis dokumen fisik menuju layanan digital yang lebih mudah diakses masyarakat.

“Adminduk ini bukan sekadar pelayanan dasar, tetapi menjadi dasar bagi seluruh pelayanan publik. Mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga layanan sosial lainnya, semuanya terhubung dengan administrasi kependudukan. Dari lahir sampai meninggal, semua tercatat dalam sistem adminduk,” ujar Fachrul.

Ia menjelaskan, tantangan pelayanan di Kabupaten Tangerang cukup besar mengingat luas wilayah mencapai 1.001 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa pada 2025. Kondisi tersebut mendorong Disdukcapil melakukan perluasan layanan secara masif.

Sepanjang 2025, Disdukcapil telah membuka loket pelayanan di 29 kecamatan, satu Mall Pelayanan Publik (MPP), dan satu Gerai Pelayanan Publik. Selain itu, penambahan titik layanan baru di kawasan Suvarna Sutera, Citra Raya, dan Termoda ditargetkan beroperasi pada Oktober mendatang.

“Tujuannya agar pelayanan semakin dekat dengan masyarakat. Namun di era digital saat ini, pelayanan adminduk juga harus bisa dilakukan lebih efisien melalui aplikasi digital,” katanya.

Salah satu inovasi yang kini didorong adalah implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), aplikasi yang memungkinkan masyarakat menyimpan dokumen kependudukan penting seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, biodata keluarga, hingga akta kelahiran dalam satu platform di telepon pintar.

Menurut Fachrul, kehadiran IKD sekaligus menjadi solusi atas persoalan keterbatasan blangko KTP fisik yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat.

“Untuk blangko KTP di Kabupaten Tangerang aman hingga akhir tahun karena sudah kami antisipasi melalui belanja hibah. Namun agar masyarakat tidak bergantung pada dokumen fisik, IKD menjadi solusi yang lebih praktis,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat pemaparan mengenai keamanan data digital dari pakar keamanan informasi, Suseno. Materi itu disampaikan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait perlindungan data pribadi dalam sistem digital.

Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya turut aktif dalam sesi diskusi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai sistem enkripsi dan keamanan data pada aplikasi IKD.

Menutup kegiatan, Fachrul Rozi menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan civitas akademika Universitas Prasetiya Mulya yang telah menjadi mitra pertama dalam program “IKD Goes to Campus”.

Ia berharap program tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, baik dalam bentuk edukasi publik, riset, maupun penguatan pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital di Kabupaten Tangerang.–(red)

Pos terkait