Di tengah beragam corak pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia, perbedaan pendekatan sering kali melahirkan perdebatan yang tidak produktif. Sebagian kelompok menekankan pembaruan, sementara yang lain memilih menjaga tradisi yang telah diwariskan selama berabad-abad. Dalam situasi seperti itu, Mathla’ul Anwar menawarkan sebuah filosofi sederhana namun sarat makna: “Teu ngantik mareuman obor boga batur, caangan baé obor boga sorangan” (jangan memadamkan obor milik orang lain, nyalakan saja obor milik sendiri).
Headlines
Tag: Mathla’ul Anwar
KDM; Kang Dedi Mathla’ul Anwar
Malam di Purwakarta dan siang di Gedung Pakuan, Bandung, telah menyisakan residu pemikiran yang cukup dalam bagi saya. Sebagai seorang yang menapaki jalan Aqidah Filsafat, saya merasa menemukan resonansi yang unik saat mendengar pemaparan Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.


