Tanto Soediro Prihatin Nasionalisme Generasi Muda Makin Luntur

Tanto Soediro Prihatin Nasionalisme Generasi Muda Makin Luntur

Bantengate.id, Jakarta,  Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor (IKBBP) Tanto Soediro mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin lunturnya jiwa nasionalisme dan rasa kebangsaan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurut Tanto Soediro, kondisi tersebut salah satunya disebabkan semakin rendahnya upaya edukasi secara intensif mengenai sejarah perjuangan dan kemerdekaan Indonesia kepada masyarakat.

Ia bahkan mengingatkan adanya potensi upaya dari kelompok tertentu untuk membelokkan fakta-fakta sejarah kebangsaan.

“Yang lebih berbahayanya lagi ada kelompok tertentu yang sengaja akan melencengkan fakta-fakta sejarah kebangsaan,” tegas Tanto Soediro di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Hal tersebut disampaikan Tanto Soediro dalam sambutannya pada perayaan IKBBP. Ia mendesak pemerintah, seluruh komponen masyarakat, serta para penerus perjuangan bangsa untuk terus memberikan edukasi mengenai sejarah kebangsaan secara benar.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah tidak cukup hanya dengan mengenang masa lalu, tetapi harus menjadi dasar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Fakta yang dibelokkan sangat berpotensi mengikis nilai-nilai NKRI dan kejahatan sejarah,” tegasnya.

Keprihatinan serupa disampaikan Ketua Gerakan Revolusi Pemuda (GARUDA) Ericko. Dalam peringatan ke-82 tahun Barisan Pelopor sekaligus hari jadi ke-2 IKBBP, Ericko menilai kondisi Indonesia saat ini menghadapi berbagai persoalan, termasuk lunturnya jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda.

“Untuk itu, sebagai sayap organisasi dari Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor, GARUDA menyadari betul bahwa amanah yang dipikul tidaklah ringan,” ungkap Ericko.

Menurut Ericko, IKBBP merupakan rumah besar bagi GARUDA sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan dan pengorbanan.

“Kemerdekaan adalah hasil perjuangan sekaligus pengingat bahwa para pemuda telah berdiri di atas fondasi sejarah pengorbanan dan keikhlasan dari para pendiri bangsa kita,” tegas Ericko.

GARUDA menilai sejarah perjuangan bangsa bukan sekadar romantisme masa lalu yang hanya dikenang. Nilai-nilai perjuangan tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata dalam menghadapi berbagai tantangan di masa kini.

Ericko mengatakan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara GARUDA dan IKBBP.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan serta kolaborasi dengan IKBBP dan Yayasan Soekarmini Poegoeh Reksoatmodjo. Bagi GARUDA, IKBBP menjadi kompas dalam menjaga nilai-nilai perjuangan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan generasi muda. (dmz/BS)

Pos terkait