Lebak, BantenGate.id – Sebanyak 200 pengurus masjid dan pondok pesantren dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang mengikuti One Day Workshop Manajemen Masjid Modern di Hotel Grand Keisha, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola masjid dan pondok pesantren dalam menerapkan tata kelola organisasi yang profesional, modern, transparan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua Pilar Sosial dan Distribusi Yayasan Masjid Bintaro Jaya, Irwan Purajaya, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan ratusan pengurus masjid dan pondok pesantren di Lebak dan Pandeglang untuk mendorong penerapan manajemen modern di lingkungan lembaga keagamaan.
“Kami akan berkolaborasi dengan ratusan pengurus masjid dan pondok pesantren di dua kabupaten, yakni Lebak dan Pandeglang, untuk menata manajemen yang modern di setiap masjid dan pondok pesantren,” kata Irwan menjelang makan siang.
Menurut Irwan, program tersebut melibatkan Bank Indonesia (BI) wilayah Banten untuk mendukung penerapan manajemen modern. Selain itu, Paragon Corporation turut dilibatkan sebagai pihak yang diharapkan mendukung aspek permodalan bagi program pemberdayaan masyarakat.
“Kehadiran pihak BI untuk menerapkan manajemen modern, sedangkan Paragon Corporation sebagai pemodal bagi setiap masjid, agar upaya kami ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar masjid,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program pemberdayaan tersebut direncanakan mencakup dukungan permodalan bagi masyarakat yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Skema yang disampaikan berupa pinjaman modal usaha melalui program yang dikembangkan bersama para mitra.
Selain dukungan permodalan, program ini akan dilengkapi pelatihan dan pembinaan bagi masyarakat yang menjadi anggota. Pelatihan akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta agar pengembangan usaha dapat dilakukan secara bertahap.
“Sebelumnya kami lakukan pelatihan terlebih dahulu. Pelatihan ini akan kami ukur sesuai dengan kemampuan masing-masing,” kata Irwan.
Melalui kegiatan tersebut, pengurus masjid dan pondok pesantren diharapkan dapat memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus mengembangkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pengurus dari dua kabupaten tersebut juga diharapkan membuka peluang kolaborasi antara lembaga keagamaan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar masjid.
Meski demikian, rincian mekanisme pinjaman modal, persyaratan penerima, besaran pembiayaan, serta bentuk dukungan masing-masing mitra masih perlu dijelaskan lebih lanjut agar masyarakat memperoleh informasi yang lengkap mengenai pelaksanaan program tersebut.–(sunarya)








