Jembatan Penghubung Malingping Utara–Sanghiang Ambruk, Warga Bangun Secara Swadaya

Jembatan Penghubung Malingping Utara–Sanghiang Ambruk, Warga Bangun Secara Swadaya
Warga Desa Malingping Utara dan Sanghiang, bergotong royong megangkut material pohon Kelapa utuk jembatan Cigirilaya.--(Foto: ua Muhi/BG)

Lebak, BantenGate.id — Warga Desa Malingping Utara dan Sanghiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten,  secara gotong royong  membangun jembatan darurat dengan menggunakan material pohon Kelapa, pada Minggu (4/1/2026).

Jembatan darurat yang dibangun di atas Kali Cigiralaya itu memiliki panjang bentangan sekitar 7 meter dengan lebar 3 meter. Karena keterbatasan biaya, warga kembali memanfaatkan material batang pohon kelapa sebagai bahan utama konstruksi. Dana pembangunan dikumpulkan secara sukarela dari masyarakat kedua desa.

Menurut Abah Uding, Ketua RT 011 Desa Malingping Utara, jembatan tersebut awalnya dibangun oleh pemerintah sekitar tahun 2000 silam. Namun sejak selesai dibangun, jembatan tidak pernah mendapatkan perawatan maupun rehabilitasi hingga akhirnya mengalami kerusakan parah.

“Sekitar Juli 2024 jembatan mulai ambruk akibat tergerus derasnya aliran air. Saat itu jembatan masih bisa dilewati kendaraan roda dua, tapi kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa lewat,” ujar Abah Uding.

Jembatan darurat diatas kali Cigirilaya yang sedang dibangun warga.–(foto: Ua Muhi/BG)

Kondisi tersebut sangat menghambat aktivitas warga, mengingat jembatan merupakan akses utama penghubung dua desa, baik untuk mobilitas masyarakat maupun distribusi hasil pertanian. Melihat situasi itu, warga setempat berinisiatif membangun jembatan darurat secara swadaya pada awal Januari 2025.

Pada pembangunan tahun 2024, kata Abah Uding, warga bergotong royong menggunakan batang pohon kelapa dengan dana hasil iuran masyarakat yang terkumpul sekitar Rp2,5 juta. Namun seiring waktu dan kondisi alam, jembatan darurat tersebut kembali mengalami kerusakan sehingga perlu dibangun ulang.

Pada Minggu, 4 Januari 2026, masyarakat Desa Malingping Utara dan Desa Sanghiang kembali melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat untuk kedua kalinya. Dana yang terkumpul dari swadaya masyarakat kali ini mencapai sekitar Rp2,2 juta.

“Alhamdulillah, dana yang terkumpul kurang lebih Rp2,2 juta. Walaupun sederhana, yang penting bisa kembali digunakan,” ujarnya.

Meski bersifat sementara, jembatan darurat tersebut diharapkan dapat menunjang kembali aktivitas warga, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun demikian, masyarakat berharap adanya perhatian serius dari Dinas PUPR, Kabupaten Lebak, untuk segera membangun jembatan permanen.–(ua muhi)

Pos terkait