Tanah Datar, BantenGate.id – Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses transportasi, masyarakat Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, kini dapat bernapas lega. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan tiga jorong di wilayah tersebut telah rampung dan siap dioperasikan untuk mendukung mobilitas warga serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Jembatan sepanjang 50 meter dengan lebar 2 meter itu menjadi penghubung strategis antara Jorong Koto Gadang, Jorong Padang Data, dan Jorong Baduih. Kehadirannya dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih aman, cepat, dan efisien untuk menunjang berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi.
Selama ini, keterbatasan infrastruktur penghubung menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi warga. Selain memperlambat mobilitas penduduk, kondisi tersebut juga berdampak pada distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas perdagangan antarwilayah.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kodim 0307/Tanah Datar, Pemerintah Nagari Simawang, tokoh masyarakat, hingga warga setempat yang terlibat secara aktif dalam proses pembangunan. Salah satu tokoh yang turut berperan mendorong terwujudnya proyek tersebut adalah M. Irvan Abie Dt. Palindih, S.St., tokoh masyarakat Jorong Baduih.
Komandan Kodim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendryana, S.Sos., M.M., melalui Babinsa wilayah sekaligus pengawas pembangunan jembatan, Pelda Toni Saputra, mengatakan bahwa keberadaan jembatan tersebut akan membawa dampak besar bagi perkembangan wilayah Nagari Simawang.
“Pembangunan jembatan ini akan membuka keterisolasian wilayah dan menjadi penghubung antarjorong hingga kecamatan. Selain itu, jembatan ini juga akan meningkatkan konektivitas wilayah serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Pelda Toni Saputra, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, akses transportasi yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah. Ketika konektivitas meningkat, biaya distribusi barang dapat ditekan, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan peluang usaha masyarakat semakin terbuka.
Ia menjelaskan, selama ini sejumlah hasil pertanian masyarakat membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke pasar akibat keterbatasan akses jalan penghubung. Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda, arus barang dan jasa diperkirakan akan berjalan lebih lancar sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga.
“Dengan adanya jembatan ini, arus barang dan orang akan lebih lancar sehingga biaya logistik dapat ditekan. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Pelda Toni juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung kepada warga.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda diawali dengan peletakan batu pertama yang melibatkan unsur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Forkopimca, pemerintah nagari, serta masyarakat setempat. Keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat berhasil apabila didukung oleh semangat gotong royong dan kepedulian bersama.
Sementara itu, M. Irvan Abie Dt. Palindih mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya jembatan yang telah lama menjadi harapan masyarakat. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan menjadi pendorong kemajuan Nagari Simawang dalam berbagai sektor.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Mari kita jaga bersama jembatan ini, baik kebersihan maupun keamanannya. Proses mewujudkan pembangunan ini tidak mudah, sehingga sudah sepatutnya kita merawatnya dengan baik,” katanya.
Lebih jauh, Dt. Palindih melihat adanya potensi pengembangan kawasan sekitar jembatan sebagai destinasi wisata baru di Nagari Simawang. Lokasi yang berada di kawasan alam yang masih asri dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Sebagai langkah awal, masyarakat berencana membangun musala di sekitar kawasan jembatan untuk mendukung aktivitas warga dan pengunjung. Gagasan tersebut diharapkan menjadi pemicu lahirnya kegiatan ekonomi baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Rampungnya Jembatan Perintis Garuda tidak hanya menandai selesainya sebuah proyek fisik, tetapi juga menjadi simbol hadirnya pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dengan akses yang semakin terbuka, warga Nagari Simawang kini memiliki harapan baru untuk mempercepat aktivitas ekonomi, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Rambatan dan Kabupaten Tanah Datar secara keseluruhan.–(murni yenti)








