Bupati Tangerang Serap Aspirasi Warga Saat Jumling di Masjid Jamiatul Khoer

Bupati Tangerang Serap Aspirasi Warga Saat Jumling di Masjid Jamiatul Khoer

Tangerang, BantenGate.id– Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memanfaatkan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Jamiatul Khoer, Kampung Ranca Malang, Desa Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Jumat (3/7/2026), untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi pembangunan.

Kegiatan Jumling yang digelar bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tangerang tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, selain melaksanakan Salat Jumat berjamaah, pemerintah daerah memanfaatkan kunjungan rutin tersebut untuk melihat langsung kondisi pembangunan di wilayah, mendengarkan aspirasi warga, serta memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik.

“Kami bersama Baznas dan DMI melaksanakan silaturahmi ke masjid-masjid setiap Jumat. Kehadiran kami di tengah masyarakat sebagai bentuk komitmen bahwa tidak ada sekat antara pemerintah dengan masyarakat, baik dalam pembangunan maupun pelayanan,” ujar Maesyal.

Menurutnya, masukan yang disampaikan warga akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran. Ia memastikan berbagai usulan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah, termasuk melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten.

“Insya Allah apa yang menjadi harapan masyarakat akan kami respons dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar pembangunan di daerah dapat berjalan optimal,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar kebakaran TPA Jatiwaringin segera dapat diatasi. Ia menjelaskan, penanganan kebakaran melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah pusat, hingga unsur TNI, Polri, dan relawan.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar bencana di TPA Jatiwaringin segera tertangani dan api cepat padam. Penanganannya dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan berbagai pihak,” ungkapnya.

Maesyal mengungkapkan, tim ahli penanganan kebakaran dari Bandung dan Makassar juga telah diterjunkan untuk memperkuat upaya pemadaman. Mereka memiliki pengalaman menangani kebakaran lahan dan gambut di berbagai daerah di Indonesia.

“Semalam kami mendapat bantuan tenaga ahli dari Bandung dan Makassar yang sudah berpengalaman menangani kebakaran di berbagai wilayah. Hari ini personel tambahan juga terus berdatangan untuk mempercepat proses penanganan,” jelasnya.

Selain fokus pada pemadaman api, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak. Sejumlah tenaga kesehatan, petugas Puskesmas, pemerintah kecamatan dan desa, serta aparat TNI-Polri disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan, evakuasi, dan bantuan kepada warga apabila diperlukan.

“Kami tetap bertanggung jawab terhadap masyarakat yang terdampak. Tim medis selalu siaga, warga yang membutuhkan penanganan akan dibawa ke Puskesmas. Di sejumlah masjid juga dilaksanakan Salat Istisqa agar Allah SWT menurunkan hujan sehingga api dapat segera dipadamkan,” tuturnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong membantu penanganan kebakaran, mulai dari tokoh agama, pengurus masjid, pemerintah desa, kecamatan, relawan, hingga aparat keamanan.

“Mudah-mudahan Allah SWT segera memadamkan api yang masih berkobar. Terima kasih kepada para kiai, ustaz, DKM, lurah, camat, TNI, Polri, relawan, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras membantu penanganan kebakaran ini,” pungkasnya.

Dalam rangkaian kegiatan Jumat Keliling tersebut, Bupati Tangerang juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jamiatul Khoer sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan fungsi rumah ibadah dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.—(red)

Pos terkait