Lebak, BantenGate.id–Pesawahan milik masyarakat di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, diserang hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) yang mengancam hasil panen petani. Serangan hama yang dikenal petani dengan sebutan ganjur itu menyebabkan produktivitas padi menurun hingga sekitar 30 persen dari total luas lahan sawah di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan media ini, serangan wereng coklat di antaranya terjadi di areal persawahan Blok Pagelaran, dan Kaung Caniran, Kecamatan Malingping. Pada sejumlah petak sawah, tanaman padi tampak menguning, mengering, dan sebagian mulai mati. Bahkan, di beberapa titik terlihat hamparan tanaman berubah kecokelatan akibat tingginya populasi wereng yang menyerang pangkal batang padi.
Kondisi tersebut dikeluhkan para petani karena dikhawatirkan semakin meluas apabila tidak segera dilakukan penanganan. Selain menurunkan hasil panen, serangan wereng juga berpotensi menyebabkan puso atau gagal panen pada lahan yang terserang berat.
Salah seorang petani, Mang H. Udin (55), warga Kampung Pagelaran, mengaku serangan hama wereng mulai terlihat sekitar dua pekan lalu, tepat ketika tanaman padi memasuki fase menguning atau menjelang panen.
“Awalnya hanya terlihat di beberapa rumpun padi. Lama-lama menyebar ke petakan sawah lainnya. Padinya jadi mengering, banyak yang tidak berisi. Kami khawatir hasil panen kali ini berkurang,” ujar Mang Udin.
Menurutnya, serangan wereng kali ini cukup meresahkan karena datang saat tanaman sudah memasuki masa pengisian bulir. Jika kondisi tersebut terus meluas, petani diperkirakan akan mengalami kerugian akibat turunnya hasil panen.

Mang Udin berharap pemerintah melalui petugas penyuluh pertanian dapat terus melakukan pendampingan dan membantu penanganan hama agar serangan tidak semakin meluas ke lahan pertanian lainnya di Kecamatan Malingping.
Koordinator Wilayah (Korwil) Pertanian Kecamatan Malingping, Nandar Nahrudin, menjelaskan bahwa wereng coklat merupakan hama yang kerap bermigrasi setelah musim panen menuju tanaman padi yang masih muda.
“Penyakit tanaman padi saat ini yaitu hama ganjur atau wereng coklat, yang mana ganjur tersebut jika setelah panen akan melakukan migrasi. Namun penanganannya, alangkah baiknya mulai dari semai dilakukan pencegahan biasanya secara kimiawi, dan setelah panen dilakukan pembakaran jerami agar virusnya mati dan tidak menyebar,” ujar Nandar.Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, luas lahan sawah di Kecamatan Malingping mencapai sekira 2.500 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen mengalami penurunan produksi akibat serangan wereng coklat.
“Untuk tanaman padi yang mengalami penurunan produksi saat ini yaitu sekitar 30 persen dari 2.500 hektare jumlah luas keseluruhan tanah persawahan di Kecamatan Malingping,” katanya.
Wereng coklat menyerang tanaman dengan mengisap cairan pada pangkal batang sehingga menghambat pertumbuhan tanaman. Pada fase awal, daun padi tampak menguning dan pertumbuhannya menjadi kerdil. Namun ketika populasinya meningkat, tanaman akan mengering secara cepat hingga menimbulkan gejala yang dikenal sebagai hopperburn, yaitu rumpun padi terlihat seperti terbakar.
Selain merusak tanaman secara langsung, wereng coklat juga menjadi vektor penyebaran berbagai penyakit virus yang menyebabkan bulir padi menjadi hampa dan gagal berisi.
Nandar mengimbau petani untuk melakukan pengendalian sejak dini melalui penyemprotan insektisida sesuai dosis anjuran dengan sasaran pangkal batang tanaman. Selain itu, penerapan pola tanam serentak dan pemupukan berimbang dinilai menjadi langkah penting untuk menekan perkembangan populasi hama.
Ia juga mengingatkan agar petani tidak menggunakan pupuk nitrogen, seperti urea, secara berlebihan karena dapat memicu ledakan populasi wereng.
Saat ini, Kecamatan Malingping memiliki 85 Kelompok Tani (Poktan) dan 14 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang terus didampingi penyuluh pertanian dalam mengantisipasi serangan organisme pengganggu tanaman.
Nandar memastikan pihak Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Malingping siap memberikan pendampingan kepada petani yang menghadapi persoalan di lapangan.
“Kami terbuka bagi para petani yang mengeluh terkait khususnya tanaman padi. Kami berharap para petani tidak segan-segan berkonsultasi ke kantor kami,” ungkapnya.
Dengan mulai ditemukannya serangan di sejumlah areal persawahan, termasuk di Blok Pagelaran, petani diimbau meningkatkan pengamatan terhadap tanamannya. Pengendalian sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mencegah meluasnya serangan wereng coklat sehingga produksi padi di Kecamatan Malingping tetap terjaga pada musim tanam tahun ini.—(ridwan)








