Lebak, BantenGate.id–KKN Nusantara Kelompok 1 berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UPT SMH Banten) melaksanakan kegiatan Gema Belajar dalam bentuk perpustakaan keliling bagi siswa SD 03 Bojongmenteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Menurut Lailatul Amal Mahgfiroh, peserta KKN Nusantara, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara KKN Nusantara Kelompok 1 dan UPT SMH Banten dalam menghadirkan kegiatan pembelajaran yang mendukung akses serta pengalaman belajar siswa di lingkungan sekolah.
“Kegiatan Gema Belajar tersebut berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 13.30 – 15.00 WIB, bertempat di SD 03 Bojongmenteng. Para siswa nampak semangat membaca berbagai buku yang disediakan peserta KKN Nusantara,”kata Laila, Rabu (19/8/2026).
Menurut Laila, melalui perpustakaan keliling, siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan berbagai bahan bacaan dan mengikuti kegiatan belajar dalam suasana yang berbeda dari pembelajaran di kelas.
Siswa juga diberikan ruang untuk memilih buku sesuai dengan minat dan ketertarikan mereka. Hal sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca karena anak tidak hanya membaca, tetapi juga belajar menentukan pilihan dan menemukan bacaan yang mereka sukai.
Salah satu tujuan utama kegiatan Gema Belajar adalah meningkatkan minat baca siswa melalui pengalaman belajar yang sederhana, interaktif, dan dekat dengan kebutuhan mereka.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa budaya literasi tidak hanya dapat dibangun melalui kegiatan membaca di dalam kelas. Lingkungan yang menyediakan akses terhadap buku, memberikan kebebasan memilih bacaan, serta menciptakan suasana membaca yang menyenangkan dapat menjadi langkah awal untuk membentuk kebiasaan literasi pada anak.
KKN Nusantara Kelompok 1 berharap kegiatan Gema Belajar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi siswa. Semangat membaca dapat terus ditumbuhkan melalui kebiasaan sederhana, seperti meluangkan waktu untuk membaca setiap hari, berbagi cerita tentang buku yang telah dibaca, dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan maupun sumber bacaan lain yang tersedia.
Kehadiran perpustakaan keliling mendapat respons positif dari pihak sekolah. “Kehadiran perpustakaan keliling dari mahasiswa KKN Nusantara ini sangat membantu kami. Anak-anak jadi punya lebih banyak pilihan buku bacaan di luar buku pelajaran,” ujar Ibu Erni Ernawati, selaku guru SD 03 Bojongmenteng.
Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana pendukung bagi sekolah dalam memperkenalkan literasi kepada siswa dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. Buku bacaan yang beragam juga dapat membantu siswa memperluas wawasan, menambah kosakata, serta mengembangkan kemampuan berpikir dan memahami informasi.–(red)








