Tangerang, BantenGate.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengapresiasi kontribusi Universitas Tangerang Raya (UNTARA) dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan tinggi dan program pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang melibatkan 700 mahasiswa di sejumlah desa.
Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, saat menghadiri Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa KKN UNTARA Tahun 2026 di Aula UNTARA, Sabtu (31/10/2026). Soma hadir mewakili Bupati Tangerang.
Dalam sambutannya, Soma menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui program KKN, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademis, tetapi juga berkesempatan menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus memahami persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
Menurutnya, KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
“Kuliah Kerja Nyata merupakan wahana krusial bagi para mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus menyelami secara langsung berbagai dinamika dan persoalan di tengah masyarakat. Kami berharap para mahasiswa mampu menghadirkan gagasan segar, inovasi, serta solusi konkret bagi kemajuan desa,” ujar Soma.
KKN UNTARA Tahun 2026 mengusung tema “UNTARA Membangun Desa Cerdas, Sehat, Produktif, dan Berkeadilan Hukum”. Tema tersebut dinilai selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan memiliki daya saing.
Soma menjelaskan, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta kesadaran hukum masyarakat juga harus menjadi perhatian.
Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi melalui berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan desa. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, edukasi pola hidup sehat, pengembangan potensi ekonomi lokal, hingga penguatan pemahaman hukum di tengah masyarakat.
Soma juga mengapresiasi para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi mahasiswa selama menjalankan program KKN. Ia berharap pendampingan tersebut dapat memastikan seluruh kegiatan berjalan terarah, optimal, dan memberikan manfaat berkelanjutan.
“Semoga momentum KKN ini semakin mempererat sinergi dan kolaborasi strategis antara Universitas Tangerang Raya dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya dalam mengakselerasi pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa,” tuturnya.
Kepada seluruh mahasiswa, Soma berpesan agar menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta melaksanakan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab.
Ia berharap kehadiran mahasiswa UNTARA di tengah masyarakat tidak sekadar menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademis, tetapi juga mampu menghasilkan kontribusi positif bagi kemajuan desa dan pembangunan Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Pertama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Siti Aisyah Fatmah, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan civitas akademika melalui program pengabdian masyarakat dapat membantu desa mengembangkan potensi unggulan, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan program KKN UNTARA. Keterlibatan aktif perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat seperti ini menjadi momentum penting untuk membantu mendorong kemajuan desa, khususnya dalam mengembangkan potensi serta memajukan UMKM lokal agar lebih berdaya saing,” ujar Siti Aisyah.
Ia berharap program KKN UNTARA tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan pendampingan dan inovasi yang memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Saya berharap KKN UNTARA ini dapat terus berlanjut dan menghadirkan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, sehingga UMKM lokal tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu naik kelas dan menopang kesejahteraan warga secara berkelanjutan,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Rektor UNTARA, Mardiyana, mengungkapkan bahwa sebanyak 700 mahasiswa dari berbagai program studi akan diterjunkan untuk melaksanakan KKN di desa-desa lokasi pengabdian.
Ia berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Ini merupakan ujian awal bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah. Saya berharap melalui kegiatan KKN ini, kehadiran mahasiswa UNTARA benar-benar dapat membantu masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan desa,” ungkap Mardiyana.
Melalui pelaksanaan KKN 2026, UNTARA diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong desa yang lebih cerdas, sehat, produktif, mandiri, serta memiliki daya saing.








