Lebak, BantenGate.id– Gubernur Banten Andra Soni secara resmi membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten Tahun 2026 di Hotel Grand Keisha, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Selasa (3/11/2026).
Mengusung tema “Ekonomi Kerakyatan untuk Banten Maju”, Musprov VII Kadin Banten menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan program kerja untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintah, kepolisian, pengurus Kadin, serta pelaku usaha. Hadir di antaranya Kapolda Banten Hendra Kurniawan, Kapolres Lebak Arninsi, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, Wakil Ketua Kadin Pusat H. Mulyadi Jayabaya, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kadin Provinsi Banten terpilih, Mochamad Azzari Jayabaya atau yang akrab disapa Amal, menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan berbagai terobosan melalui program kerja yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan.
Menurut Amal, Kadin Banten akan mendorong kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan kapasitas usaha serta memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Kami, jajaran Kadin Provinsi Banten, akan melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM di Banten,” ujar Amal.

Ia juga menyebutkan bahwa terdapat sepuluh program yang akan dijalankan dalam kepengurusan Kadin ke depan. Salah satu prioritasnya adalah meningkatkan kualitas dan kemampuan UMKM di seluruh wilayah Provinsi Banten.
“Sepuluh program yang akan kami laksanakan, salah satunya menaikkan kelas UMKM se-Provinsi Banten,” terangnya.
Penguatan UMKM dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun ekonomi daerah. Sebagai sektor yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, UMKM membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, akses permodalan, pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan jaringan kemitraan.
Selain penguatan UMKM, Musprov VII Kadin Banten juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif, membuka peluang usaha baru, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Pusat H. Mulyadi Jayabaya menyampaikan bahwa program pemerintah pusat juga memberikan perhatian terhadap pemberdayaan UMKM, termasuk sektor pangan.
Ia menyinggung salah satu program nasional Presiden yang melibatkan sejumlah pelaku UMKM di bidang pangan. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dan UMKM perlu diperkuat agar berbagai program pembangunan ekonomi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Melalui penyelenggaraan Musprov VII ini, Kadin Banten diharapkan dapat menghasilkan keputusan organisasi serta program kerja yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Banten,” katanya.
Dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan Musprov VII Kadin Banten juga menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan kalangan pengusaha.
“Melalui penyelenggaraan Musprov VII ini, Kadin Banten diharapkan dapat menghasilkan keputusan organisasi serta program kerja yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Banten,” katanya.
Dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan Musprov VII Kadin Banten juga menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan kalangan pengusaha.
Melalui kepengurusan dan program kerja yang dihasilkan, Kadin Banten diharapkan tidak hanya menjadi wadah komunikasi para pelaku usaha, tetapi juga berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi, memperkuat UMKM, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Provinsi Banten.--(otang sunarya)








