Pemkab Lebak Susun Strategi Branding Daerah, Bidik Wisatawan dan Investor 

Pemkab Lebak Susun Strategi Branding Daerah, Bidik Wisatawan dan Investor 

Lebak, BantenGate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai merancang strategi branding daerah untuk memperkuat identitas dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Berbagai potensi unggulan, mulai dari pariwisata, pertanian, kebudayaan hingga ekonomi kreatif, diproyeksikan menjadi kekuatan untuk menarik wisatawan, pelaku usaha, investor, serta sumber daya manusia berkualitas.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat pendahuluan kajian strategi branding daerah yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai potensi, kekuatan, dan tantangan Kabupaten Lebak. Kegiatan dipimpin Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Rabu (4/11/2026).

Dalam arahannya, Amir Hamzah menegaskan bahwa branding daerah tidak sebatas membangun citra atau menentukan sebuah slogan. Lebih dari itu, branding merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas, menggali keunggulan, sekaligus memperkenalkan karakter dan potensi Kabupaten Lebak kepada masyarakat luas.

Menurutnya, Lebak memiliki kekayaan potensi di berbagai sektor yang dapat menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan daerah. Namun, potensi tersebut perlu diidentifikasi, dikembangkan, dan dipromosikan secara terarah agar memiliki nilai tambah serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Branding daerah harus mampu memperkuat identitas Kabupaten Lebak dan memperkenalkan berbagai keunggulan yang kita miliki, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Amir.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi ant perangkat daerah. Dengan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), potensi yang dimiliki Lebak diharapkan dapat dirumuskan menjadi kekuatan bersama dan memiliki arah pengembangan yang jelas.

Sementara itu, tenaga ahli branding, Yuswohady, menekankan bahwa penyusunan strategi branding daerah harus berangkat dari karakteristik, potensi, serta keunggulan yang benar-benar dimiliki suatu wilayah.

Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi faktor penting dalam mengidentifikasi sektor unggulan yang dapat ditampilkan sebagai ciri khas Kabupaten Lebak. Strategi branding juga harus memiliki orientasi yang jelas sehingga tidak berhenti pada kegiatan promosi, tetapi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Dalam pemaparannya, Yuswohady menjelaskan empat kelompok sasaran utama yang perlu menjadi perhatian dalam strategi branding daerah, yakni tourist (wisatawan), trader (pelaku perdagangan), investor (penanam modal), dan talent (sumber daya manusia atau talenta unggul).

Keempat kelompok tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing daerah. Wisatawan dapat menggerakkan sektor pariwisata, pelaku perdagangan memperluas aktivitas ekonomi, investor membuka peluang usaha dan lapangan kerja, sedangkan talenta unggul mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Khusus sektor pariwisata, terdapat tiga unsur utama yang perlu diperkuat, yaitu attraction (daya tarik wisata), accessibility (kemudahan akses), dan amenity (fasilitas pendukung).

Ketiga unsur tersebut saling berkaitan dalam membangun pengalaman wisata yang berkualitas. Keindahan alam dan kekayaan budaya perlu didukung aksesibilitas yang memadai serta fasilitas penunjang agar mampu meningkatkan daya tarik Kabupaten Lebak sebagai destinasi wisata.

Melalui kajian dan FGD tersebut, Pemkab Lebak berharap dapat menghimpun gagasan, masukan, serta rekomendasi dari berbagai pemangku kepentingan sebagai dasar penyusunan strategi branding daerah.

Hasil kajian nantinya diharapkan menjadi pedoman dalam menentukan identitas, keunggulan, dan arah promosi Kabupaten Lebak secara lebih terintegrasi.

Amir Hamzah berharap strategi branding yang disusun tidak hanya menghasilkan identitas visual atau slogan daerah, tetapi juga mampu membuka peluang investasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

“Strategi ini diharapkan tidak berhenti pada pembentukan identitas dan promosi semata, tetapi juga mampu membuka peluang investasi, menggerakkan aktivitas ekonomi, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat Lebak,” ujarnya.–(dian wahyudi)

Pos terkait