Anggota DPRD Lebak Regen Soroti Pelayanan RSUD Adjidarmo,  Bayi Meninggal Karena Benang Operasi Sesar Tidak Tersedia

Anggota DPRD Lebak Regen Soroti Pelayanan RSUD Adjidarmo,  Bayi Meninggal Karena Benang Operasi Sesar Tidak Tersedia
Regen Abdul Aris, Anggota DPRD Lebak Fraksi PPP.--(foto: BG)

Lebak, BantenGate.id — Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Aris, menyampaikan keprihatinannya terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Adjidarmo setelah adanya laporan, ada bayi  yang dalam kandungan pasien meninggal dunia dalam perjalanan saat rujukan  ke RSUD  Banten di Serang, karena di rumah sakit  disebut tidak memiliki benang untuk menjahit operasi sesar.

Pernyataan itu disampaikan politi dari Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) saat Rapat Paripurna Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Lebak Tahun 20265 di ruang Sidang DPRD Lebak,  Rabu (22/4/2026).

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari, didampingi Wakil Ketua I DPRD Lebak, H. Yanto, dihadiri  Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya, Unsur Forkompimda dan para kepala OPD di Kabupaten Lebak.

memaparkan sejumlah program yang sedang berjalan maupun rencana pembangunan ke depan, termasuk alokasi anggaran dan prioritas kebijakan pemerintah daerah.

Dalam pemaparan LKPJ, Bupati Hasbi menyampaikan bahwa salah satu program prioritas adalah penanganan pembangunan hunian sementara (huntara) menjadi hunian tetap (huntap) di Lebak Gedong, yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan akses jalan dan turap.

“Insyaallah, dalam 33 hari ke depan huntap akan terealisasikan, dari pematangan lahan hingga pembangunan,” ujar Hasbi.

Ia juga menegaskan bahwa anggaran untuk revitalisasi Masjid Agung Al A’raaf,  dialihkan untuk mendukung percepatan pembangunan huntap tersebut.

“Demi terlaksananya penyelesaian pembangunan huntap, agar masyarakat korban terdampak banjir pada tahun 2020 lalu menjadi tenang, maka anggaran revitalisasi masjid agung dialokasikan ke pembangunan huntap,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melanjutkan pembangunan jalan di sejumlah titik secara bertahap. Sebagian proyek sudah berjalan, sementara lainnya masih dalam tahap pengukuran.

Dalam sesi tanggapan, empat anggota DPRD memberikan catatan terhadap LKPJ Bupati, seperti masih adanya beberapa OPD yang masih sulit saat diajak komunikasi, pelayanan RSUD Adjidarmo, pembangunan jalan pelosok yang dinilai belum maksimal, hingga penagihan janji Bupati terkait perda dan perbup tentang bank keliling atau “emok”.

Sorotan tajam terkait pelayanan RSUD Adjidarmo, di sampaikan secara kritis Regen Abdul Aris. Ia mengungkapkan dengan tegas, bahwa  adan  pasien yang seharustnya menjalani operasi sesar namun tidak mendapat penanganan karena alasan tidak tersedianya benang jahit operasi.

“Miris, pasien yang akan melakukan operasi sesar tidak mendapat pelayanan maksimal dari pihak medis di RSUD Adjidarmo dengan alasan tidak tersedia benang jahit,” kata Regen dengan nada getar yang dalam.

Menurut politi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  dari Dapil I,  bahwa pasien seharusnya tetap mendapatkan prioritas  penanganan awal sebelum dirujuk ke rumah sakit lain.

“Seharusnya pasien diberikan pertolongan terlebih dahulu, baru diberikan rujukan ke rumah sakit terdekat di wilayah Rangkasbitung, sekalipun bukan RS milik pemerintah,  sebelum ke RSUD Provinsi Banten di Kota Serang” ujarnya.

Ia menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian pelayanan medis yang berdampak fatal terhadap pasien. Regen menambahkan, dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan, kondisi pasien semakin kritis hingga bayi dalam kandungan tidak dapat diselamatkan.

“Saya menilai, ini jelas sebuah kelalaian pelayanan medis RSUD Adjidarmo. Seandainya pasien tersebut mendapatkan penanganan terlebih dahulu, mungkin bayi dalam kandungan bisa terselamatkan,” tegasnya.—(tim bg)

Pos terkait