Lebak, BantenGate.id — Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, membuka rangkaian Seba Baduy 2026 yang akan berlangsung di Pendopo Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (22/4/2026) malam. Acara adat bertema “Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi” ini diharapkan menjadi daya tarik masyarakat sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya.
Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, menyampaikan sebanyak 1.562 warga Baduy Dalam (Baduy Jero) dan Baduy Luar dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, pada Jumat pukul 03.00 WIB mulai berjalan dari perkampungan mereka untuk mengikuti rangkaian perjalanan Seba.
Menurut Hasbi, nilai kesederhanaan yang dipegang teguh masyarakat Baduy menjadi pesan penting di tengah kehidupan modern saat ini. Selain itu, masyarakat Baduy juga mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dengan menghormati alam.
“Baduy mengingatkan kita bahwa alam ini adalah titipan dari Gusti Allah yang begitu kaya. Bagaimana kita memanfaatkannya, itu kembali kepada diri kita masing-masing. Insyaallah kita bisa belajar dari masyarakat Baduy, baik tentang kebersamaannya, gotong royongnya, maupun prinsip hidup yang mereka pegang,” katanya.
Hasbi juga menyebutkan bahwa acara adat Seba Baduy masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Lebak sekaligus penguatan identitas budaya Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Muhamad Holis, mengatakan kegiatan Seba Baduy tahun ini diikuti 1.562 masyarakat Baduy. Berdasarkan laporan Jaro Oom, jumlah tersebut terdiri dari warga Baduy Dalam sebanyak 35 orang dan sisanya Baduy Luar. Dengan jumlah tersebut, Seba tahun 2026 disebut sebagai Seba Leutik.
Masyarakat Baduy Dalam dan Baduy Luar diperkirakan tiba di Rangkasbitung pada jumat (23/4/2026) sekira pukul 15.30 WIB. Kedatangan mereka akan disambut para pemangku kebijakan di sekitar Jembatan Keong, kemudian berjalan kaki bersama menuju Pendopo Kabupaten Lebak (kediaman Bupati Lebak).
Selanjutnya, acara puncak Seba Baduy akan digelar pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, dilanjutkan dengan pagelaran wayang golek semalam suntuk dengan menampilkan empat dalang.
Pemerintah Kabupaten Lebak juga menggelar kegiatan pendukung seperti Kemah Budaya Baduy, perlombaan fashion show, serta menghadirkan hiburan wayang golek dan bintang tamu bagi masyarakat. Yosep menegaskan Seba Baduy merupakan ritual adat yang tetap dijalankan setiap tahun dengan nilai tradisi dan budaya, sekaligus dikemas secara inklusif bagi masyarakat luas.–(ridwan)








