Bupati Tangerang Hadiri Pertemuan Strategis Jakarta-Banten, Bahas Lahan Ciangir hingga MRT

Bupati Tangerang Hadiri Pertemuan Strategis Jakarta-Banten, Bahas Lahan Ciangir hingga MRT

Jakarta, BantenGate.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri pertemuan strategis lintas daerah bersama Pramono Anung dan Andra Soni di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pembangunan kawasan metropolitan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat di wilayah aglomerasi Jakarta-Banten.

Dalam pertemuan itu, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi yang dibangun antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Pemerintah Kota Tangerang untuk mendorong pembangunan lintas wilayah yang lebih efektif dan terukur.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana optimalisasi lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas 95 hektare di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Lahan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung program strategis nasional sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

“Pak Gubernur DKI ingin agar lahan Pemda DKI di Desa Ciangir ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung program-program strategis Presiden Republik Indonesia,” ujar Maesyal.

Ia menjelaskan, dari total lahan tersebut, sekitar 1,4 hektare telah dimanfaatkan untuk fasilitas lembaga pemasyarakatan. Sementara sisanya direncanakan untuk pengembangan sektor pertanian, kawasan permukiman, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti tandon air.

“Ada sekitar 38 hektare untuk sektor pertanian dan 47 hektare untuk kawasan permukiman. Di dalamnya juga direncanakan pembangunan tandon air. Yang terpenting, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Menurut Maesyal, pembahasan teknis terkait pemanfaatan lahan itu akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah dari Pemprov DKI Jakarta bersama Pemkab Tangerang agar proses realisasinya dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Selain isu penataan lahan, forum tersebut juga membahas sejumlah persoalan strategis kawasan perkotaan, mulai dari pengelolaan sampah, pengendalian banjir, hingga pengembangan transportasi massal berbasis aglomerasi.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, hubungan antara Jakarta dan Banten merupakan hubungan saling membutuhkan yang harus diperkuat melalui kerja sama konkret.

“Jakarta membutuhkan Banten, dan Banten juga membutuhkan Jakarta. Fokus kerja sama ini adalah pengelolaan sampah, penanggulangan banjir, dan transportasi,” tegasnya.

Di sektor lingkungan, pemerintah pusat telah menetapkan wilayah Banten sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), termasuk untuk kawasan aglomerasi Tangerang Raya.

Sementara untuk pengendalian banjir, para kepala daerah sepakat mendorong pembangunan embung besar melalui skema kolaboratif antara DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengendalikan debit air sekaligus menjadi sumber air baku bagi masyarakat.

Adapun di sektor transportasi, pengembangan dan perpanjangan jalur Mass Rapid Transit Jakarta menuju wilayah Tangerang juga terus dibahas dalam tahap kajian teknis sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

Pertemuan ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antarpemerintah daerah demi menghadirkan pembangunan metropolitan yang lebih tertata, tangguh, modern, dan sejahtera bagi masyarakat kawasan Jabodetabek.

Pos terkait