LLDIKTI Wilayah IV Tinjau Kesiapan Dua Kampus Vokasi Baru di Tangerang, Siap Cetak SDM Industri dan Kesehatan

LLDIKTI Wilayah IV Tinjau Kesiapan Dua Kampus Vokasi Baru di Tangerang, Siap Cetak SDM Industri dan Kesehatan

Tangerang, BantenGate.id– Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat sektor pendidikan tinggi vokasi sebagai strategi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Langkah itu ditandai dengan kunjungan lapangan tim Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV ke lokasi pembangunan Kampus Universal Tourism Polytechnic (UNITOP) dan Kampus Polytechnic Volunteer di Kabupaten Tangerang, Selasa (19/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan pembentukan dua perguruan tinggi vokasi baru yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor industri, pariwisata, dan kesehatan. Tim LLDIKTI Wilayah IV diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja.

Soma Atmaja menjelaskan, dua kampus tersebut dirancang dengan fokus pendidikan yang berbeda namun saling melengkapi kebutuhan pembangunan daerah. Kampus UNITOP akan berkonsentrasi pada bidang hospitality dan industri pariwisata, sementara Polytechnic Volunteer yang berada di bawah naungan Palang Merah Indonesia akan mengembangkan pendidikan vokasi kesehatan.

“Pendidikan vokasi memiliki kekhasan karena lebih menitikberatkan praktik, sekitar 70 hingga 80 persen, sementara teori 20 sampai 30 persen. Artinya, lulusan dipersiapkan untuk langsung siap kerja,” kata Soma.

Menurutnya, kebutuhan tenaga profesional di Kabupaten Tangerang terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan kawasan industri, khususnya sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), yang ditandai bertambahnya hotel, pusat konferensi, kafe, hingga event berskala nasional dan internasional.

“Industri hospitality di Kabupaten Tangerang berkembang sangat pesat. Karena itu, kebutuhan tenaga profesional untuk mendukung berbagai kegiatan nasional maupun internasional juga semakin tinggi,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga melihat peluang besar di sektor kesehatan. Polytechnic Volunteer dirancang membuka sejumlah program studi strategis seperti teknologi bandara, fisioterapi, dan gizi—bidang yang saat ini dinilai memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi di rumah sakit, klinik, dan lembaga layanan kesehatan lainnya.

Soma menambahkan, sekolah vokasi yang fokus pada teknologi bandara dan kesehatan masih tergolong langka di Indonesia, sehingga kehadiran politeknik tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas kebutuhan SDM profesional di masa depan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV, Lukman, mengapresiasi langkah progresif Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendorong lahirnya dua politeknik baru yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan zaman.

Menurut Lukman, saat ini jumlah perguruan tinggi di Provinsi Banten masih relatif terbatas, yakni sekitar 84 perguruan tinggi, sementara di Tangerang baru terdapat sekitar 15 perguruan tinggi.

“Karena itu, kehadiran dua politeknik baru ini sangat penting. Program studinya juga sangat relevan dengan kebutuhan industri dan sektor kesehatan yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia mencontohkan, program studi teknologi bandara saat ini baru tersedia di segelintir kampus di Indonesia, padahal kebutuhan tenaga profesional di bidang tersebut terus meningkat, terutama di daerah yang memiliki infrastruktur transportasi udara berkembang.

Tak hanya itu, sektor hospitality juga dinilai memiliki prospek cerah, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk kebutuhan tenaga kerja di kapal pesiar dan jaringan hotel internasional.

“Ini momentum yang sangat tepat. Dua politeknik ini akan mencetak SDM dengan daya serap kerja tinggi di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini,” tegas Lukman.

LLDIKTI Wilayah IV menargetkan seluruh persyaratan administrasi dan akademik pembentukan kedua politeknik tersebut rampung pada Juli 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru dan beroperasi pada September atau paling lambat Oktober 2026.–(red)

Pos terkait