Wagub Banten Buka PORSADIN VII 2026 di Lebak

Wagub Banten Buka PORSADIN VII 2026 di Lebak

Lebak, BantenGate.id– Wakil Gubernur ( Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, membuka acara keagamaan dalam rangka Pekan Olah Raga dan Seni Diniyah (Porsadin), acara digelar di Hall La Tansa Mashiro, jalan Sukarno – Hatta, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (1/11/2026).

Salah satu kegiatan yang tengah berlangsung adalah PORSADIN ke VII untuk tingkat Provinsi. Saat ini, Kabupaten Lebak dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Kehadiran Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap pengembangan pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta peningkatan kreativitas dan prestasi para santri.

PORSADIN VII menjadi ajang bagi para santri dari berbagai daerah di Provinsi Banten untuk menunjukkan kemampuan, bakat, serta keterampilan melalui berbagai perlombaan olahraga dan seni.

Dimyati berharap, acara ini bisa mencetak anak anak yang mampu menjaga diri dan bersih hati untuk menjaga segala persolan kedepannya, selain dibidang ke agamaan para siswa juga diharapkan mampu bersaing dikancah nasional di bidang olahraga dan seni.

“Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan diniyah dan sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan di kalangan santri,” harapnya.

Dimyati berpesan, Pemerintah Kabupaten Lebak bersama seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat peran pendidikan diniyah dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak, berprestasi, dan memiliki daya saing.

“Semoga acara ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten Lebak agar bisa menciptakan anak-anak menjadi generasi yang unggul, berprestasi dengan landasan keagamaan,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, ketua panitia Porsadin VII, Dedi Sumitro, mengatakan, perlombaan ini dibagi beberapa katagori diantaranya, perlombaan tahfidz juz Ama, MTQ, cerdas cermat, Sholawat, lari sprint, badminton, tenis meja, kaligrafi, dan lain sebagainya.

“Perlombaan ini dinilai dari tiga bagian, yaitu, seni, olah raga, dan akademisi, dan penilaian ini untuk perorangan bukan kelompok,” katanya.

Ia berharap, dengan kegiatan tersebut para orang tua lebih mensuport anak-anak lebih giat lagi belajar kedepannya.

“Semoga dengan acara ini kita bisa menciptakan anak-anak usia dini menjadi anak-anak yang berprestasi, unggul, dan berahklakul Karimah, sehingga bisa menjadi anak dibanggakan,” harapnya.–(sunarya)

Pos terkait