PJBN DPC Malingping Santuni Puluhan Anak Yatim, Wujud Kepedulian Sosial dan Pelestarian Nilai Budaya

PJBN DPC Malingping Santuni Puluhan Anak Yatim, Wujud Kepedulian Sosial dan Pelestarian Nilai Budaya

Lebak, BantenGate.id– Paguron Jalak Banten Nusantara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kecamatan Malingping menggelar kegiatan santunan bagi puluhan anak yatim di Kampung Kaungcaniran RT 009 RW 003, Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang berada di wilayah Kecamatan Malingping. Sejumlah penerima santunan juga berasal dari Kecamatan Cihara.

Ketua PJBN DPC Malingping, Jali Gojali, mengatakan santunan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi terhadap sesama.

“Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Pembina kami, Pak Uzex, yang juga menjadi sekretariat PJBN DPC Malingping. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada anak-anak yatim. Bukan karena kami berlebih, tetapi ini adalah tanggung jawab bersama. Alhamdulillah, puluhan anak yatim hadir, meskipun ada juga yang diwakili,” ujar Jali.

Sementara itu, Pembina PJBN DPC Malingping, U Suryana atau yang akrab disapa Uzex, menegaskan bahwa nilai berbagi tidak diukur dari besarnya materi, melainkan dari ketulusan hati dan kesadaran untuk peduli terhadap sesama.

“Memberi bukan soal seberapa kaya kita, tetapi bagaimana hati kita tergerak untuk berbagi meski dalam keterbatasan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah leluhur dengan terus melestarikan seni dan budaya Banten, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita di PJBN DPC Malingping harus mampu menjaga dan menjalankan amanah karuhun, melestarikan seni budaya, serta terus menanamkan kebaikan. Santunan ini adalah salah satu bentuk nyata dari nilai itu dan harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Uzex menambahkan, identitas “Jawara Banten” harus dipahami secara positif, yakni sebagai simbol pelindung masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama, budaya, dan persaudaraan.

“Jawara Banten bukan identik dengan premanisme, melainkan sosok yang menjaga masyarakatnya. Sejak dahulu, jawara dididik para ulama untuk menjaga ulama dan umara. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga marwah nama Jawara di Banten,” pungkasnya.

Usai penyerahan santunan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan makan bersama antara anak-anak yatim, pengurus PJBN, serta masyarakat yang hadir dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.–(ridwan)

Pos terkait