Penjualan Daging di Pasar Sampay Lebak Lesu Jelang Iduladha, Harga Naik Daya Beli Masyarakat Melemah

Penjualan Daging di Pasar Sampay Lebak Lesu Jelang Iduladha, Harga Naik Daya Beli Masyarakat Melemah

Lebak, BantenGate.id–Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, omzet penjualan daging sapi dan kerbau di Pasar Tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, mengalami penurunan drastis. Para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli di tengah kenaikan harga daging dan melemahnya daya beli masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (26/5/2026), suasana pasar terlihat lebih lengang dibandingkan momentum Iduladha tahun lalu. Deretan lapak pedagang daging yang biasanya dipadati pembeli tampak sepi, dengan aktivitas transaksi yang berlangsung lambat.

Bahkan, sejumlah warga terlihat mengurungkan niat membeli setelah mengetahui harga daging yang dinilai terlalu tinggi.

Salah seorang pedagang daging sapi, Udin (54), mengaku penjualan tahun ini menurun tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Menurutnya, kenaikan harga dari pemasok tidak sebanding dengan kemampuan belanja masyarakat.

“Kalau tahun kemarin masih lumayan ramai. Sekarang sepi. Harga daging dari pemasok naik, tapi pembeli berkurang,” ujar Udin saat ditemui di Pasar Sampay.

Ia menjelaskan, harga daging sapi saat ini mencapai Rp170 ribu per kilogram, sedangkan daging kerbau dijual antara Rp180 ribu hingga Rp190 ribu per kilogram. Meski harga jual tinggi, keuntungan pedagang justru semakin tipis karena tingginya biaya modal dan operasional.

“Kalau jual Rp160 ribu, untungnya sangat tipis. Paling hanya cukup untuk biaya lapak dan menutup risiko,” katanya.

Udin mengaku hari ini hanya menyediakan sekitar 40 kilogram daging sapi untuk dijual. Namun hingga menjelang siang, daging yang terjual baru sekitar 10 kilogram.

Menurutnya, jika stok tidak habis terjual, pedagang harus segera mencari solusi agar kualitas daging tetap terjaga.

“Kalau tidak habis biasanya kami kirim ke teman-teman di Jakarta. Di sini pedagang musiman, karena warga kampung umumnya beli daging setahun sekali saat Lebaran Haji,” ucapnya.

Ia menilai, melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama lesunya penjualan tahun ini, karena  kondisi ekonomi yang sedang kurang baik.

“Sekarang daya beli masyarakat memang lemah. Ditawarkan Rp170 ribu atau Rp160 ribu pun banyak yang merasa keberatan,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan salah seorang pembeli asal Kecamatan Cikulur, Wulan (48). Ia mengaku tahun ini hanya mampu membeli satu kilogram daging sapi untuk kebutuhan Iduladha bersama keluarganya.

“Kalau tahun lalu masih bisa beli dua sampai tiga kilo. Sekarang kondisi keuangan lagi sulit, jadi beli satu kilo saja yang penting anak-anak di rumah tetap bisa makan daging,” ujar Wulan.

Lesunya penjualan daging musiman di Pasar Sampay menjadi gambaran nyata tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat menjelang Iduladha tahun ini. Kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah daya beli yang menurun menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang maupun konsumen.–(ridwan)

Pos terkait