Tanah Datar, BantenGate.id — Anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar, Dedi Irawan, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (22/9/2026).
Musrenbang tersebut digelar Pemerintah Nagari Koto Baru untuk membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DU-RKP) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan mengusung tema “Transformasi Pembangunan Nagari Berbasis Partisipasi dan Inovasi Berkelanjutan.”
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Wali Nagari Koto Baru dan diikuti unsur pemerintahan nagari, lembaga kemasyarakatan, perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Musrenbang dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Koto Baru, H. Adenis. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bupati Tanah Datar, Sekretaris PMDPPKB Arif Gani, Anggota DPRD Tanah Datar Dedi Irawan, Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP., jajaran Forkopimca, perangkat nagari, kepala OPD, Ketua BPRN beserta anggota, Ketua KAN dan lembaga unsur, TP PKK nagari dan jorong, kepala UPT, bidan nagari, pengurus BUMNag, wali jorong se-Nagari Koto Baru, pendamping desa, kelompok tani, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Fitrianti. Selanjutnya, Sekretaris Nagari Koto Baru sekaligus Ketua Panitia Musrenbang, Eva Diana Sari, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan serta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Musrenbang RKP dan DU-RKP Nagari Koto Baru.
Dalam sambutannya, Wali Nagari Koto Baru H. Adenis menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh undangan, termasuk Dedi Irawan yang menurutnya rutin menghadiri Musrenbang di Nagari Koto Baru.

“Terima kasih atas kehadiran Bupati yang diwakili dan Anggota DPRD Tanah Datar Dedi Irawan. Setiap Musrenbang pasti hadir di nagari kita ini,” ujar Adenis.
Ia mengatakan, tingginya kehadiran peserta menunjukkan Musrenbang menjadi ruang bersama untuk merumuskan program pembangunan nagari.
“Musrenbang kali ini cukup ramai dan yang diundang hadir semua. Mengenai Musrenbang ini, apa yang kita rencanakan untuk ke depannya, mari kita buat bersama-sama dan kita jalani bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Tanah Datar Dedi Irawan mengatakan Musrenbang merupakan bagian penting dalam menyusun arah pembangunan yang dimulai dari tingkat jorong hingga nagari.
“Kembali kita bertemu dalam rangka Musrenbang di Nagari Koto Baru. Musrenbang menjadi acuan bagi kita di nagari, mulai dari Musyawarah Jorong (Musjor) hingga Musyawarah Nagari (Musna). Ini menjadi kunci dari segala pembangunan,” kata Dedi Irawan Legislator dari Partai Golkar.
Menurutnya, aspirasi yang disepakati melalui Musrenbang akan menjadi bahan perjuangan di tingkat kabupaten maupun provinsi sesuai kewenangan masing-masing.
Ia juga menyampaikan kondisi anggaran pemerintah yang mengalami penyesuaian akibat kebijakan efisiensi. Karena itu, menurut Dedi, pembangunan perlu dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat.
Dedi menyebutkan sejumlah rencana pembangunan yang menjadi perhatian, di antaranya pembangunan konsep pasar di Baruah dengan anggaran sekitar Rp400 juta pada 2026 serta rencana pekerjaan Jalan Panta pada 2027 dengan anggaran sekitar Rp120 juta.
Ia juga mengatakan alokasi anggaran yang menjadi bagian dari dukungan anggota DPRD akan diarahkan untuk membantu pembangunan di sejumlah nagari di Kecamatan X Koto.
“Mari bersama-sama membangun Nagari Koto Baru,” ujarnya.
Dedi turut mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan X Koto agar dapat naik kelas melalui fasilitasi pemerintah. Ia juga mengingatkan agar usulan pembangunan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah kabupaten maupun provinsi.
“Mana kegiatan yang dibiayai kabupaten dan mana yang dibiayai provinsi, mudah-mudahan bisa kita perjuangkan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Arif Gani yang mewakili Bupati Tanah Datar menyampaikan permohonan maaf karena Bupati tidak dapat hadir secara langsung akibat agenda yang padat.
Ia mengatakan kondisi keuangan daerah saat ini harus menjadi perhatian bersama seiring kebijakan efisiensi anggaran.
“Memang kondisi keuangan kita sedang tidak baik karena efisiensi. Mudah-mudahan bisa mengerti dan memahami situasi dan kondisi keuangan kita sekarang. Dengan keadaan ini, kita harus bersabar dan bisa menyelaraskan arah pembangunan,” kata Arif.
Menurutnya, program yang diusulkan dalam Musrenbang perlu disusun berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas. Program yang benar-benar mendesak diharapkan menjadi perhatian utama.
Arif juga mendorong Pemerintah Nagari Koto Baru memperkuat program peningkatan sumber daya manusia, termasuk program satu rumah satu hafiz, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti gotong royong.—
“Pilihlah program yang rasional, contohnya gotong royong. Pastikan objek yang kita usulkan jangan berubah,” ujarnya.
Selain itu, Arif mengajak masyarakat dan pemerintah nagari ikut mendukung program orang tua asuh dalam upaya pencegahan stunting.
“Mari kita menjadi orang tua asuh di nagari dan kecamatan,” katanya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan RKP dan DU-RKP Nagari Koto Baru serta penyerahan dokumen dari Wali Nagari Koto Baru kepada perwakilan Bupati Tanah Datar, Anggota DPRD Tanah Datar, dan Camat X Koto.—(yen)








