Tanah Datar, BantenGate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar terus memperkuat pembinaan moral dan spiritual aparatur sebagai bagian dari upaya membangun pemerintahan yang berintegritas, amanah, dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Magrib Mengantar Berkah yang berlangsung di Gedung Indojolito, Batusangkar, Selasa (3/11/2026) malam.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Tanah Datar bersama jajaran pimpinan daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pejabat administrator dan pengawas.
Kegiatan keagamaan tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga momentum mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai agama dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Bupati Tanah Datar Eka Putera, dalam arahannya menegaskan bahwa keimanan dan ketakwaan harus menjadi landasan bagi setiap pejabat dalam mengemban amanah jabatan. Menurutnya, integritas tidak cukup dibangun melalui regulasi dan sistem pengawasan, tetapi juga membutuhkan kesadaran moral yang tumbuh dari dalam diri masing-masing aparatur.
Ia mengingatkan, tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan semakin beragam. Karena itu, setiap pejabat harus mampu menjaga prinsip kejujuran dan tidak tergoda melakukan penyimpangan, termasuk praktik suap, terutama menjelang penyelesaian anggaran akhir tahun.
“Di tengah berbagai tantangan dalam menjalankan pemerintahan, saya ingin jiwa dan keimanan para pejabat terus diperkuat. Kita harus tetap berbuat baik dan menjaga integritas, terutama menghadapi berbagai godaan, termasuk potensi suap dan persoalan dalam pelaksanaan anggaran akhir tahun,” tegasnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemkab Tanah Datar telah mengalihkan pengelolaan keuangan daerah, termasuk kas daerah dan pembayaran gaji, ke Bank Nagari Syariah.
Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk semakin mengedepankan prinsip-prinsip syariah dalam tata kelola keuangan.
“Alhamdulillah, pengelolaan keuangan daerah, baik kas daerah maupun gaji, sudah kita hijrahkan ke Bank Nagari Syariah. Ini merupakan langkah untuk kembali mengedepankan prinsip-prinsip syariah,” ujarnya.
Komitmen dan keadilan sebagai landasan
Dalam kesempatan yang sama, Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., MA., Dt. Palimo Basa, menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya menjaga komitmen, menepati janji, serta memelihara integritas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai keislaman tidak cukup hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk ketika seseorang menjalankan tanggung jawab dan kewenangan dalam pemerintahan.
Menurutnya, setiap muslim harus memiliki keteguhan dalam memegang janji dan kesepakatan yang telah dibuat, sekalipun menghadapi berbagai risiko dan tantangan.
“Sikap seorang muslim adalah loyal terhadap komitmen. Apa pun risikonya, komitmen terhadap janji dan kesepakatan yang telah dibuat harus dijaga. Bagi seorang muslim, hal itu tidak bisa ditawar,” ungkap Buya Gusrizal.
Selain soal komitmen, ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi keadilan dalam setiap tindakan. Seorang aparatur, kata dia, tidak boleh melakukan kezaliman terhadap siapa pun, tanpa membedakan latar belakang maupun keyakinan.
“Tidak boleh ada kezaliman terhadap siapa pun, meskipun berbeda akidah sekalipun,” tegasnya.
Melalui kegiatan Magrib Mengantar Berkah, Pemkab Tanah Datar ingin menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari capaian fisik, pembangunan infrastruktur, maupun kinerja administratif.
Lebih dari itu, kualitas pemerintahan juga ditentukan oleh karakter orang-orang yang menjalankan roda birokrasi. Profesionalisme harus berjalan beriringan dengan kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan keberanian menolak segala bentuk penyimpangan.
Jabatan bukan sekadar kedudukan atau kewenangan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kelak dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan malam bersama. Suasana tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan dan silaturahmi antara pimpinan daerah dan jajaran aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.–(murni yenti)








