Serang, BantenGate.id — Pemerintah Provinsi Banten akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten pada tanggal 4 Oktober 2026dengan mengusung tema “Banten Bergerak, Maju Berdampak”. Peringatan tahun ini diarahkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, mengatakan tema tersebut menggambarkan komitmen pemerintah daerah untuk terus bergerak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta memastikan program pembangunan memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung.
“Artinya, sebagai sebuah institusi pemerintahan, kita terus bergerak melayani masyarakat. Insyaallah dampaknya juga dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Deden seusai memimpin Rapat Persiapan HUT ke-26 Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Jumat (25/9/2026).
Menurut Deden, arah pembangunan Pemerintah Provinsi Banten saat ini difokuskan pada peningkatan pelayanan publik. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Ia mengatakan, rangkaian peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten akan dilaksanakan secara sederhana. Konsep tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar kegiatan seremonial pemerintahan tidak dilakukan secara berlebihan, tetapi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita tidak ada acara yang berhingar-bingar, melainkan kegiatan-kegiatan yang langsung melibatkan masyarakat,” katanya.
Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian HUT ke-26 Provinsi Banten, adalah tablig akbar yang akan menghadirkan pendakwah Ustaz Das’ad Latif. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026 di kawasan Kesultanan Banten.
Selain tablig akbar, sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat juga telah disiapkan. Di antaranya bazar murah, pameran keuangan syariah, jalan sehat, lomba lari, hingga vaksinasi rabies.
4 Oktober 2000 Jadi Hari Jadi Provinsi Banten

Provinsi Banten memiliki perjalanan sejarah yang panjang sebelum berdiri sebagai daerah otonom. Sebelum menjadi provinsi sendiri, wilayah Banten merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat.
Pembentukan Provinsi Banten merupakan bagian dari dinamika reformasi dan tuntutan masyarakat untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah Banten.
Secara hukum, pembentukan Provinsi Banten didasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten. Undang-undang tersebut ditetapkan dan diundangkan pada 17 Oktober 2000.
Sementara itu, 4 Oktober 2000 menjadi tanggal yang diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Banten. Pemerintah Provinsi Banten mencatat, tanggal tersebut merupakan momentum Sidang Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, ketika RUU Pembentukan Provinsi Banten disahkan.
Provinsi Banten kemudian diresmikan pada 18 November 2000. Pada momentum tersebut, Hakamudin Djamal dilantik sebagai Penjabat Gubernur Banten pertama untuk menjalankan pemerintahan hingga terpilihnya gubernur definitif.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-26 pada 2026 menjadi momentum lebih dari seperempat abad perjalanan Provinsi Banten sebagai daerah otonom. Peringatan tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan pembangunan dan pelayanan publik di provinsi yang berada di ujung barat Pulau Jawa tersebut.
Ucapan HUT Diminta Berupa Pohon
Dalam rangkaian peringatan tahun ini, Pemprov Banten juga mengajak masyarakat, lembaga, maupun pihak lainnya untuk memberikan ucapan selamat HUT ke-26 dengan cara yang lebih ramah lingkungan.
Deden menyampaikan, pihak yang hendak memberikan ucapan selamat diimbau tidak mengirimkan karangan bunga. Sebagai gantinya, ucapan selamat dapat diwujudkan dalam bentuk pohon atau bibit tanaman.
“Kami arahkan agar ucapan selamat diberikan dalam bentuk pohon atau bibit tanaman yang akan ditanam di kawasan KP3B, supaya lingkungan Provinsi Banten bisa menjadi lebih hijau dan asri,” pungkasnya.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT, tetapi juga mendukung upaya menciptakan lingkungan Banten yang lebih hijau dan asri serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.--(ridwan)








