Lebak, BantenGate.id – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Lebak menggelar Workshop Senam Zumba Kids dan Olahraga bagi Anak Usia Dini serta Permainan Motorik Kasar Anak Ciptaan Guru.
Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kompetensi dan kreativitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, sehat, dan menyenangkan.
Workshop yang berlangsung di Gedung PGRI Kabupaten Lebak, diikuti 200 peserta. Mereka terdiri atas perwakilan kepala sekolah dan guru dari berbagai lembaga taman kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Lebak serta pengurus IGTKI-PGRI.
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Lebak, Nia Kaniasari, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat profesionalisme guru, khususnya dalam mengembangkan aktivitas olahraga dan permainan yang mendukung pertumbuhan anak usia dini.
Menurutnya, guru TK perlu terus mengembangkan kemampuan dan kreativitas agar proses pembelajaran tidak monoton, tetapi mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menarik sekaligus bermanfaat bagi perkembangan anak.
“Melalui workshop ini, kami berharap para kepala sekolah dan guru memperoleh wawasan serta keterampilan baru dalam menerapkan Senam Zumba Kids, kegiatan olahraga, dan permainan motorik kasar hasil kreativitas guru,” ujar Nia kepada media, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, penguasaan metode pembelajaran yang kreatif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan motorik kasar anak. Melalui aktivitas gerak dan permainan yang sesuai dengan tahap perkembangannya, anak dapat belajar sambil bergerak dalam suasana yang menyenangkan.
Selain meningkatkan keterampilan guru, workshop ini juga mendorong lahirnya permainan motorik kasar yang inovatif dan edukatif.
Guru diharapkan mampu menciptakan kegiatan yang memanfaatkan kreativitas mereka sendiri, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan kemampuan anak usia dini.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Menciptakan Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Mutu Pengajaran yang Dinamis, Kreatif, dan Berkembang.
IGTKI-PGRI Kabupaten Lebak berharap hasil workshop dapat diterapkan di masing-masing lembaga TK sehingga kegiatan bermain dan belajar semakin menarik, aktif, dan bermakna.
“Dengan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, pembelajaran di taman kanak-kanak diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan, tetapi juga mendukung perkembangan fisik, kreativitas, dan kemampuan gerak anak secara optimal,” pungkas Nia.–(dian wahyudi)








