22 Peserta Asal Lebak Lulus Pelatihan Bahasa Jepang, Peluang Magang ke Jepang Terbuka

22 Peserta Asal Lebak Lulus Pelatihan Bahasa Jepang, Peluang Magang ke Jepang Terbuka

Lebak, BantenGate.id – Sebanyak 22 peserta asal Kabupaten Lebak yang mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Wahana Danau Indah dinyatakan lulus 100 persen dengan predikat kompeten.

Capaian ini membuka peluang bagi para peserta untuk melanjutkan ke tahap pemagangan dan meniti karier profesional di Jepang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak, Drs. H. Dedi Lukman Indepur, M.Si., bersama Kepala Bidang Penempatan, Perluasan, dan Pelatihan Tenaga Kerja (P3TK) serta staf, menjemput langsung para peserta di Kota Tangerang.

Kedatangan rombongan Disnaker Lebak disambut Direktur LPK Wahana Danau Indah, Lily Njomin. Penjemputan tersebut menjadi momentum membanggakan setelah para peserta menjalani pelatihan bahasa Jepang dan pengenalan budaya kerja selama enam bulan.

Dedi Lukman Indepur mengapresiasi keberhasilan seluruh peserta yang mampu menyelesaikan pelatihan dengan hasil maksimal. Menurutnya, capaian kelulusan 100 persen tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda Lebak untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas kesempatan kerja hingga ke luar negeri.

“Keberhasilan seluruh peserta meraih predikat kompeten merupakan hasil dari ketekunan mereka selama mengikuti pelatihan. Kami berharap kemampuan yang telah diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengikuti program pemagangan dan membangun karier secara profesional di Jepang,” ujarnya kepada media, Selasa (27/10/2026).

Ia menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja. Karena itu, kompetensi bahasa, pemahaman budaya kerja, kedisiplinan, dan kesiapan mental perlu terus diperkuat agar peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja di negara tujuan.

Disnaker Lebak juga mengapresiasi dedikasi LPK Wahana Danau Indah dalam mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja asal Lebak. Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.

Keberhasilan 22 peserta tersebut menjadi capaian positif bagi upaya menyiapkan tenaga kerja lokal yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Kelulusan pelatihan tetap menjadi tahap awal yang perlu dilanjutkan dengan pemenuhan persyaratan, proses seleksi, serta tahapan pemagangan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Melalui program pelatihan vokasi yang terarah ini, diharapkan dapat memperluas peluang kerja bagi generasi muda sekaligus mendorong terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global demi mendukung visi Lebak Ruhay,” pungkas Dedi.--(dian wahyudi)

Pos terkait