KNMP Dibangun di Lima Desa Pesisir Lebak, Dongkrak Ekonomi Nelayan

KNMP Dibangun di Lima Desa Pesisir Lebak, Dongkrak Ekonomi Nelayan
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana.--(Foto: BG)

Lebak, BantenGate.id – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima desa pesisir Kabupaten Lebak diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Program ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan, serta mendorong kesejahteraan nelayan.

Optimisme tersebut disampaikan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, saat meninjau lokasi pembangunan KNMP di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Minggu (1/11/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi pembangunan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Desa Bayah Barat menjadi salah satu dari lima lokasi pembangunan KNMP di Kabupaten Lebak. Empat lokasi lainnya berada di Desa Muara, Darmasari, Sawarna, dan Cireundeu.

Amir Hamzah mengatakan, keberadaan KNMP diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Dukungan sarana dan prasarana yang terintegrasi dinilai penting untuk menunjang aktivitas nelayan, mulai dari proses penangkapan hingga pemasaran hasil perikanan.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat sektor perikanan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Pembangunan KNMP diarahkan untuk mendukung aktivitas nelayan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai,” ujar Amir.

Menurutnya, kawasan nelayan yang tertata dan didukung fasilitas memadai akan membantu meningkatkan produktivitas serta memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, menjelaskan bahwa KNMP merupakan program pengembangan kawasan pesisir yang mengintegrasikan aktivitas nelayan, koperasi, dan pasar dalam satu ekosistem usaha perikanan.

Menurut Winda, masyarakat pesisir selatan Lebak masih menghadapi tantangan ekonomi, termasuk persoalan kemiskinan. Kondisi tersebut semakin terasa ketika cuaca buruk menyebabkan nelayan tidak dapat melaut sehingga kehilangan sumber penghasilan.

“KNMP dirancang bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan menciptakan ekosistem usaha perikanan yang lebih kuat melalui pengelolaan berbasis koperasi dan pasar,” kata Winda kepada media, Minggu (1/11/2026).

Untuk mendukung aktivitas tersebut, sejumlah fasilitas disiapkan, di antaranya rantai dingin berupa cold storage untuk menjaga kualitas dan kesegaran hasil tangkapan ikan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), sarana penangkapan ikan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Winda menjelaskan, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat pesisir.

Lebih jauh, pengembangan KNMP juga diarahkan untuk mendorong nelayan dan kelompok usaha masyarakat agar tidak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah. Hasil tangkapan diharapkan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti kerupuk ikan, bakso ikan, ikan panggang, soto ikan, hingga abon ikan.

Dengan pengolahan tersebut, hasil perikanan tidak hanya memiliki nilai jual lebih tinggi, tetapi juga membuka ruang tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan pesisir.

Winda menambahkan, perputaran bisnis hasil tangkapan ikan di kawasan pesisir Kabupaten Lebak berpotensi mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Potensi tersebut perlu didukung pengelolaan yang baik agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh nelayan dan masyarakat setempat.

Ia menegaskan, keberhasilan program KNMP tidak cukup diukur dari rampungnya pembangunan fisik. Hal yang lebih penting adalah keberlanjutan pengelolaan fasilitas, profesionalisme tata kelola pascapanen, kemandirian nelayan, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

“Semua fasilitas KNMP itu untuk meningkatkan ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir. Kami meyakini konsep KNMP dapat menggerakkan ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir,” kata Winda.

Pemkab Lebak berharap pembangunan KNMP di lima desa pesisir tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perekonomian kawasan selatan Lebak. Melalui fasilitas yang terintegrasi, penguatan koperasi, dan pengembangan produk olahan perikanan, program ini diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nelayan, serta mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir.–(dian wahyudi)

Pos terkait