Master Limbad Siapkan Film Edukasi Budaya dan Wisata Banten, Andra Soni Dukung Penuh

Master Limbad Siapkan Film Edukasi Budaya dan Wisata Banten, Andra Soni Dukung Penuh
Gubernur Banten Andra Soni dan Master Limbad.--(Foto: prokopim)

Serang, BantenGate.id — Kekayaan budaya dan destinasi wisata Banten akan diangkat melalui sebuah film edukasi yang digagas pesulap sekaligus aktor Salim Babad atau yang lebih dikenal sebagai Master Limbad. Film tersebut akan mengangkat potensi budaya, tradisi, serta destinasi wisata yang tersebar di berbagai wilayah Provinsi Banten.

Proyek film edukasi itu akan diproduksi oleh Master Cinema Production (MCP) dengan menggandeng Insan Pariwisata Indonesia (IPI) DPD Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Banten Andra Soni. Dukungan disampaikan Andra saat menerima audiensi Master Limbad bersama rombongan di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (1/9/2026).

“Kita dukung penuh agenda ini,” ujar Andra.

Menurut Andra, pembuatan film edukasi bertema budaya dan destinasi wisata Banten dapat menjadi salah satu media promosi yang efektif. Melalui karya audio-visual, berbagai potensi daerah dapat diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.

Tidak hanya panorama alam, Andra menilai nilai-nilai budaya lokal yang selama ini dijaga dan diwariskan masyarakat juga perlu mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada publik.

“Kami mengapresiasi upaya dan dedikasi para insan seni ini,” katanya.

Dukungan pemerintah terhadap proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi pariwisata melalui pendekatan industri kreatif. Film dinilai memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi sekaligus membangun ketertarikan penonton terhadap suatu daerah.

Banten Tak Hanya Punya Wisata Alam

Banten selama ini dikenal memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang menjadi tujuan wisatawan. Namun, potensi daerah tersebut tidak berhenti pada panorama pantai, pegunungan, dan bentang alam lainnya.

Kekayaan budaya masyarakat menjadi bagian penting dari daya tarik pariwisata Banten.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti mengatakan Banten memiliki beragam tradisi yang masih hidup dan dijalankan masyarakat. Tradisi tersebut menjadi kekayaan budaya sekaligus potensi pariwisata yang dapat terus dikembangkan.

Beberapa di antaranya adalah Seren Taun di Kasepuhan Banten Kidul, Kabupaten Lebak, Ngadu Bedug di Kabupaten Pandeglang, Festival Cisadane di Kota Tangerang, Golok Day di Kota Cilegon, serta Seba Baduy.

Menurut Eli, sejumlah agenda budaya tersebut telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN).

Keberadaan event budaya tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan karakter dan identitas Banten kepada wisatawan. Pemprov Banten pun terus mendorong agar semakin banyak kegiatan tradisional daerah dapat masuk dalam kategori Karisma Event Nusantara.

“Agenda-agenda budaya tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai Karisma Event Nusantara. Saat ini, kami juga sedang mendorong agar lebih banyak event tradisional Banten masuk kategori Karisma Event Nusantara, kata Eli.

Ia menilai rencana produksi film edukasi oleh MCP bersama IPI Banten dan Pemprov Banten dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan promosi.

Film dapat mengemas budaya dan pariwisata dalam bentuk cerita yang lebih mudah diterima masyarakat. Dengan begitu, tradisi lokal dan destinasi wisata tidak hanya dikenal oleh masyarakat Banten, tetapi juga dapat menjangkau penonton dari berbagai daerah.

Eli meyakini promosi melalui film tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata, terutama dalam meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Banten.

IPI Dorong Promosi Lebih Luas

Ketua DPD IPI Provinsi Banten Fairuz Luthfi mengatakan Banten memiliki kekayaan wisata dan budaya yang sangat besar. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan promosi yang lebih maksimal agar semakin dikenal masyarakat luas.

Menurut Fairuz, keterlibatan industri kreatif dapat membuka cara baru dalam memperkenalkan potensi daerah. Film tidak hanya menyajikan keindahan destinasi, tetapi juga dapat menghadirkan cerita dan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

“Melalui rencana pembuatan film edukasi ini, kami berharap potensi wisata dan budaya Banten dapat terpromosikan dengan lebih luas,” jelas Fairuz.

Kolaborasi antara MCP, IPI Banten, dan Pemprov Banten tersebut diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kekayaan budaya dan pariwisata Banten.

Melalui film, berbagai tradisi masyarakat dapat direkam dan diperkenalkan kepada generasi yang lebih luas. Destinasi wisata yang belum banyak diketahui pun berpeluang memperoleh perhatian baru.

Pada akhirnya, rencana film edukasi Master Limbad tersebut bukan sekadar proyek perfilman. Ada misi yang lebih besar untuk menjadikan industri kreatif sebagai bagian dari strategi promosi daerah.

Banten memiliki alam yang indah dan tradisi yang beragam. Kini, kekayaan tersebut tengah dipersiapkan untuk hadir dalam bentuk cerita visual yang diharapkan mampu membawa nama Banten semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun lebih luas.–(dimas)

Pos terkait