Setiap tahun, ketika ribuan warga Baduy berjalan kaki menuju pusat pemerintahan di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten, banyak orang bertanya: apa sebenarnya hakikat Seba Baduy?.. Bagi sebagian masyarakat, Seba mungkin dimaknai secara sederhana—orang Baduy datang berombongan ke Pendopo Lebak, menemui “Bapak Gede” (Bupati), berbincang, menyerahkan hasil bumi sebagai tanda kadeudeuh, lalu pulang. Selesai.
Headlines
Tag: budaya lebak
Seba Baduy 2026 Berlangsung Khidmat, Jaro Saija Sampaikan Amanah Karuhun dan Pesan Jaga Lingkungan
Tradisi Seba Baduy kembali digelar dengan khidmat di Pendopo Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat (24/4/2026) malam. Rangkaian acara adat dipusatkan di seputar Alun-alun Rangkasbitung, yang berlangsung selama empat hari, (23-26 April 2026) menghadirkan perpaduan nilai adat, budaya, serta kebersamaan antara masyarakat adat Baduy dan pemerintah daerah.
Pagelaran Wayang Golek Semalam Suntuk Akan Meriahkan Seba Baduy 2026
Pagelaran wayang golek semalam suntuk akan digelar dalam rangka memeriahkan Seba Baduy 2026. Tidak tanggung-tanggung, empat dalang putra Banten akan tampil bergantian membawakan lakon yang sarat pesan moral dan nilai kearifan lokal. Malam budaya itu akan menyelimuti Alun-alun Rangkasbitung
Sejarah Golok Sadjira : Struktur, Filosofi, dan Penetapan WBTB
Di tanah Lebak, Banten, yang dipeluk hutan dan aliran sungai pegunungan, golok bukan sekadar alat kerja. Ia adalah teman perjalanan, simbol keberanian, sekaligus penanda identitas. Dari sekian banyak jenis golok yang dikenal masyarakat Banten Selatan, nama Golok Sadjira menempati ruang tersendiri dan sarat dengan makna sejarah.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.




