Lebak, BantenGate.id — Pagelaran wayang golek semalam suntuk akan digelar dalam rangka memeriahkan Seba Baduy 2026. Tidak tanggung-tanggung, empat dalang putra Banten akan tampil bergantian membawakan lakon yang sarat pesan moral dan nilai kearifan lokal. Malam budaya itu akan menyelimuti Alun-alun Rangkasbitung pada Jumat (23/4/2026) mulai pukul 21.00 WIB.
Pagelaran ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, masyarakat, dan generasi muda. Di bawah cahaya lampu malam, tabuhan gamelan dan gerak wayang akan menghadirkan kembali warisan seni karuhun yang mengandung filosofi tentang kepemimpinan, kebijaksanaan, serta hubungan manusia dengan alam.
Plt Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Iwan Setiawan Amarullah, mengatakan empat dalang yang tampil merupakan putra daerah Banten yang tergabung dalam Persatuan Dalang Indonesia. Mereka akan menghibur masyarakat melalui lakon dengan semangat pelestarian budaya sekaligus membangun daerah.
“Empat dalang yang akan tampil tersebut adalah Karyandi AS Putra, Anjar Mukhtar AS, Somantri AS, dan Aming Ajen,” kata Iwan di kantornya, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, kemeriahan pagelaran wayang golek ini diharapkan mampu membangkitkan kembali minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kesenian tradisional.
“Wayang golek bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Melalui pertunjukan ini kita berharap dapat meneguhkan kembali nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.
Tradisi menghadirkan pagelaran budaya dalam Seba Baduy bukan hal baru. Pada Seba Baduy 2025, pertunjukan wayang golek juga digelar dengan menghadirkan dalang Khanha Ade Kosasih Sunarya dari Giriharja Putu 2. Gelaran ini berkolaborasi dengan peringatan milad Paguyuban Sumedang Larang (PSL). Kehadiran seni pertunjukan tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat yang memadati pusat Kota Rangkasbitung.
Seba Baduy sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat adat Baduy sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus bentuk silaturahmi dengan pemerintah daerah. Dalam prosesi tersebut, warga Baduy berjalan kaki dari Desa Kanekes menuju Rangkasbitung untuk menemui “Bapak Gede” atau Bupati Lebak sambil membawa hasil bumi dan menyampaikan kondisi alam selama setahun terakhir.
Pada pelaksanaan tahun ini, diperkirakan sekitar 1.750 warga Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar, akan mengikuti rangkaian Seba Baduy. Mereka akan melaporkan kondisi lingkungan adat sekaligus menyerahkan hasil bumi sebagai simbol keseimbangan hubungan manusia dan alam.
Selain pagelaran wayang golek, rangkaian Seba Baduy 2026 juga akan dimeriahkan dengan pameran ekonomi kreatif, diskusi budaya, permainan tradisional, serta berbagai kegiatan wisata budaya lainnya. Event tahunan ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke Kabupaten Lebak.
“Kita berharap Seba Baduy 2026 dapat menarik wisatawan dengan target 35 ribu orang untuk berkunjung ke Lebak. Tahun lalu target kunjungan pada event ini sebanyak 30 ribu orang dan terlampaui. Ini menjadi momentum promosi budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” kata Iwan.--(ridwan)








