Serang, BantenGate.id– Potensi pengembangan budidaya lobster di wilayah Banten Selatan menjadi perhatian Komisi II DPRD Provinsi Banten. Pemanfaatan Benih Bening Lobster (BBL) dinilai membuka peluang peningkatan nilai ekonomi sektor kelautan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Banten ke Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jakarta.
Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai NasDem, H. Asep Awaludin, S.E., M.H., mengatakan, wilayah Banten Selatan memiliki potensi kelautan yang perlu dikembangkan secara optimal, termasuk melalui peluang usaha budidaya lobster.
Menurutnya, pengembangan usaha budidaya lobster tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi nelayan.
“Sejumlah aspek menjadi perhatian kami dalam pembahasan tersebut, di antaranya peluang pengembangan budidaya lobster, tata kelola perizinan, peningkatan pendapatan nelayan, serta pengawasan dan penegakan hukum,” ujar Asep kepada media, Minggu (8/11/2026).
Asep menekankan pentingnya tata kelola yang baik agar pemanfaatan BBL berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, peluang ekonomi yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat pesisir melalui kegiatan usaha yang legal, produktif, dan berkelanjutan.
Ia berharap nelayan tidak hanya menjadi bagian dari rantai pemanfaatan sumber daya kelautan, tetapi juga dapat terlibat lebih jauh dalam kegiatan budidaya sehingga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Potensi kelautan Banten harus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir. Kita ingin nelayan tidak hanya menjadi bagian dari rantai pemanfaatan sumber daya laut, tetapi juga memperoleh nilai tambah melalui kegiatan usaha yang legal, produktif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia berharap pengembangan budidaya lobster di Banten Selatan dapat menjadi salah satu peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Di sisi lain, pemanfaatan sumber daya kelautan juga harus tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.–(dian wahyudi)








